Minggu, 19 Juli 2026

Alasan Presiden Prabowo Tak Hadir di Harlah ke-100 NU Terungkap, PBNU Beberkan Koordinasi dan Penjelasan Lengkap

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 21:45 WIB
Peringatan 100 tahun NU. (Instagram/yahyacholilstaquf)
Peringatan 100 tahun NU. (Instagram/yahyacholilstaquf)

SketsaNusantara.id - Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. Acara tersebut dihadiri ribuan warga Nahdliyin dari berbagai daerah. Namun, ketidakhadiran sejumlah tokoh nasional menjadi perhatian publik.

Presiden Prabowo Subianto tidak tampak dalam acara tersebut. Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar dan Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf juga absen. Situasi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf memberikan penjelasan terkait kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa koordinasi kehadiran Presiden telah dilakukan sejak jauh hari. Koordinasi melibatkan berbagai unsur teknis kepresidenan.

Baca Juga: LHKPN Disorot, Segini Kekayaan Thomas Djiwandono yang Kini Resmi Jadi Deputi Gubernur BI, Isi Garasi Keponakan Prabowo Bikin Melongo

“Sejak kemarin sudah dilakukan koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, termasuk Paspampres dan protokol Istana, serta hal-hal teknis lain yang diperlukan,” ujar Gus Yahya di Istora Senayan, Sabtu, 31 Januari 2026.

Menurut Gus Yahya, perubahan terjadi menjelang pelaksanaan acara. Presiden Prabowo disebut berhalangan hadir karena tugas lain. Tugas tersebut berkaitan dengan agenda kenegaraan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat kegiatan negara yang harus diprioritaskan. Agenda tersebut berhubungan dengan tamu-tamu negara. Kondisi itu membuat kehadiran Presiden tidak memungkinkan.

Baca Juga: Daftar 16 Anggota DEN yang Dilantik Prabowo Subianto, Ada Menteri hingga Akademisi, Bahlil Jadi Ketua Harian?

Meski demikian, unsur pimpinan lembaga negara tetap hadir. Ketua MPR RI Ahmad Muzani datang mewakili lembaga negara. Kehadiran tersebut disebut sebagai bentuk dukungan terhadap NU.

Gus Yahya juga menjelaskan ketidakhadiran Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar. Informasi tersebut diterima pengurus sejak malam sebelumnya. Rais Aam disebut mengalami kendala kesehatan.

“Tadi malam kami mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya akan berangkat, tetapi beliau mengalami kendala kesehatan sehingga berhalangan hadir,” katanya.

Khutbah Rais Aam yang biasanya menjadi bagian penting acara tetap dilaksanakan. Tugas tersebut diwakilkan kepada Rais Syuriyah PBNU Nasaruddin Umar. Ia juga menjabat sebagai Menteri Agama.

Selain itu, PBNU menyebut ketidakhadiran Sekjen Saifullah Yusuf. Sekjen PBNU diketahui telah memiliki agenda lain. Agenda tersebut tidak dapat ditinggalkan.

PBNU memastikan seluruh rangkaian acara tetap berjalan sesuai rencana. Agenda peringatan dilaksanakan dengan pengamanan dan pengaturan ketat. Ribuan peserta mengikuti kegiatan hingga selesai.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X