Kamis, 4 Juni 2026

Ribuan ASN Jakarta akan Ikut Pelatihan Militer Dasar 2026, Menhan Jelaskan Peran Komponen Cadangan

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 19:45 WIB
Ilustrasi. Sebanyak 4000 ASN siap dilatih secara militer. (Pexels/Baarast Project)
Ilustrasi. Sebanyak 4000 ASN siap dilatih secara militer. (Pexels/Baarast Project)

 

SketsaNusantara.id - Pemerintah menyiapkan langkah baru dalam penguatan pertahanan negara. Aparatur sipil negara akan dilibatkan dalam program komponen cadangan (komcad). Program ini mulai dilaksanakan secara bertahap pada 2026.

Kebijakan tersebut menyasar ASN kementerian dan lembaga di Jakarta. Ribuan pegawai akan mengikuti pelatihan dasar militer. Pelaksanaan tahap awal direncanakan pada semester pertama 2026.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan rencana tersebut secara terbuka.

Baca Juga: Dirjen GTK Sebut di Bawah Kepemimpinan Prabowo, 1,4 Juta Guru ASN Telah Tersertifikasi, Kesejahteraan Guru Meningkat?

Ia menjelaskan pelibatan ASN bertujuan memperkuat kesiapsiagaan nasional. Program ini juga diarahkan membangun karakter kebangsaan aparatur negara.

"Semester pertama 2026 ASN sudah mulai kita latih dan untuk semester pertama ini kita pusatkan di kementerian di Jakarta, kurang lebih 4.000 orang," kata Sjafrie saat memberikan materi kepada anggota Persatuan Wartawan Indonesia yang mengikuti retreat di fasilitas Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan di Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu.

Sjafrie menerangkan, pelibatan ASN sebagai komponen cadangan dilakukan secara terencana.

Baca Juga: Gaji Guru Honorer Dibandingkan Program MBG, Ferry Irwandi Soroti Realita Upah dan Aturan ASN

Program ini dimaksudkan menumbuhkan nasionalisme dalam pelaksanaan tugas kenegaraan.

ASN dipandang memiliki peran strategis dalam pengabdian kepada negara.

Para ASN yang diikutsertakan berada pada rentang usia tertentu. Pemerintah menetapkan batas usia peserta antara 18 hingga 35 tahun. Mereka akan mengikuti berbagai pelatihan dasar militer sesuai ketentuan berlaku.

Setelah menyelesaikan rangkaian pelatihan, para peserta tidak ditempatkan permanen.

ASN tersebut akan kembali ke instansi masing-masing. Tugas pelayanan publik tetap menjadi tanggung jawab utama mereka.

Pelaksanaan pelatihan tidak dilakukan sekaligus dalam satu waktu. Kementerian Pertahanan merancang pembagian pelatihan secara berkala. Setiap tahap akan disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan nasional.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X