SketsaNusantara.id – Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU Kabupaten Jombang menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) III sekaligus Pelantikan Pengurus Antar Waktu Tahun 2026 di Hotel Purnama, Batu. Forum yang berlangsung pada 26-27 Januari 2026 ini bertujuan untuk memantapkan program kerja organisasi serta merespons tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Ketua LP Ma’arif NU Jombang, Mamik Rosita, menekankan bahwa pertemuan ini merupakan upaya strategis untuk menentukan arah pendidikan NU ke depan, bukan sekadar agenda rutin tahunan.
Dalam arahannya, Mamik menggarisbawahi pentingnya niat khidmah yang konsisten bagi seluruh pengurus dan pendidik. Ia memberikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru yang terus berupaya memperbaiki kualitas layanan pendidikan meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Pertumbuhan lembaga sangat bergantung pada budaya kerja sama dan sikap saling mendukung antarelemen organisasi, bukan pada budaya saling menyalahkan,” katanya.
Tantangan pendidikan pada tahun 2026 dinilai semakin berat seiring dengan masifnya disrupsi teknologi dan penggunaan kecerdasan buatan. Mamik menyoroti dampak teknologi yang jika tidak dikelola dengan baik dapat memicu degradasi moral dan krisis karakter pada peserta didik.
“Menghadapi situasi ini, LP Ma’arif NU Jombang memposisikan diri sebagai garda depan yang menjaga nilai-nilai agama sekaligus mendorong inovasi dalam pembelajaran,” cetusnya.
Baca Juga: 5 Fakta Mengejutkan di Balik Kepergian Selebgram Lula Lahfah
Solusi konkret terhadap masalah moral murid, kata dia, harus dimulai dari penguatan keteladanan para pendidik. Mamik menegaskan bahwa guru di bawah naungan LP Ma'arif tidak boleh hanya berperan sebagai pemberi materi akademik, tetapi harus menjadi figur contoh dalam perilaku sehari-hari.
“Masalah degradasi karakter sering kali berakar dari ketiadaan teladan nyata di lingkungan terdekat murid. Oleh karena itu, integritas guru dalam bertutur kata dan bertindak menjadi kunci utama dalam membentuk akhlak peserta didik,” pesannya.
Empat arah kebijakan strategis yang ditetapkan untuk tahun 2026 meliputi peningkatan mutu manajemen lembaga, penguatan karakter Ahlussunnah wal Jama’ah, perluasan kolaborasi lintas sektor, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman. Keempat pilar ini diharapkan menjadi tolak ukur dalam penyusunan program kerja setiap bidang agar tetap berada pada koridor jati diri NU.
Mamik mengingatkan seluruh pengurus agar menyusun program kerja yang realistis dan dapat diterapkan langsung di lapangan. Ia berharap setiap bidang menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi satuan pendidikan, bukan sekadar rencana yang bersifat administratif.
“Target utamanya adalah melahirkan lulusan yang kompeten secara intelektual namun tetap memegang teguh etika dan tradisi pesantren,” tandasnya.
Artikel Terkait
LP Ma'arif di Lumajang Harapkan Guru NU Makin Kompeten Saat Mengajar
Menuju Sekolah Ramah Anak, LP Ma'arif di Jombang Sosialisasikan Program Kemenag