Menindaklanjuti arahan tersebut, tim Google melakukan persiapan kunjungan. Kunjungan dilakukan ke sejumlah sekolah. Tujuannya melihat penggunaan Chromebook secara langsung.
“Di Indonesia lah gitu. Untuk dilihat langsung dari dekat oleh timnya kementerian waktu itu, untuk melihat dari dekat dan bisa melakukan survei dan bertanya langsung dengan pihak sekolahnya dan muridnya dan gurunya,” ucap Ganis.
Dalam kunjungan tersebut, Ganis didampingi Ibrahim Arief. Ia juga bersama seseorang bernama Angga. Keduanya bukan pejabat di kementerian.
Ganis menduga keduanya memiliki kedekatan dengan Nadiem. Dugaan tersebut didasarkan pada pertemuan di kantor kementerian. Komunikasi teknis tidak dilakukan dengan pejabat resmi.
Ia menegaskan komunikasi berjalan dengan pihak di luar struktur kementerian. Seluruh koordinasi teknis dilakukan melalui pihak tersebut. Pernyataan ini ditegaskan di hadapan jaksa.
Kesaksian Ganis menjadi bagian dari pembuktian perkara. Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook masih berlanjut. Pengadilan akan kembali mendalami fakta-fakta persidangan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Hotman Paris Siap Bela Nadiem Makarim, Sebut Buktikan Tak Ada Mark Up, Tak Ada yang Diperkaya Dalam 10 Menit
Menjadi Tersangka Korupsi Triliunan, Mahfud MD Nilai Nadiem Makarim Bersih Tapi Keliru?
Tanggapan Mahfud MD Soal Keterlibatan Nadiem Makarim dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook Meski Tak Ambil Untung: Dia Tidak...
KPK Tegaskan Penyelidikan Korupsi Google Cloud di Kemendikbudristek Tetap Jalan Meski Nadiem Makarim Ditahan Kejagung Kasus Lain
Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Rp1,98 Triliun, Air Mata Sang Ibu Jadi Sorotan Publik