Kamis, 4 Juni 2026

Bukan Sekadar Seremoni, Festival Kesiapsiagaan SMPN 1 Gumukmas Jember Sajikan Lomba, Pentas Drama, dan Simulasi Bencana

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:15 WIB
 Festival Kesiapsiagaan SMPN 1 Gumukmas Jember. (Dok. PMI Jember)
Festival Kesiapsiagaan SMPN 1 Gumukmas Jember. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan sekolah di wilayah Jember. SMPN 1 Gumukmas menjadi salah satu sekolah yang aktif membangun budaya siaga. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif berbasis praktik langsung.

SMPN 1 Gumukmas menggelar Festival Kesiapsiagaan Sekolah selama dua hari. Kegiatan berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 23–24 Januari 2026. Seluruh rangkaian digelar di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa dan guru.

Festival ini merupakan bagian dari pengembangan program School Community Resilience.

Baca Juga: Aksi Donor Darah Istimewa di Jember, Warga NU Rambipuji Dapat Soto Lamongan, 65 Kantong Disalurkan ke PMI

Program tersebut merupakan kerja sama Japanese Red Cross Society dan PMI Kabupaten Jember. Kegiatan dirancang untuk memperkuat pemahaman mitigasi bencana sejak dini.

Pada hari pertama, suasana sekolah dipenuhi aktivitas kreatif siswa. Berbagai lomba bertema kesiapsiagaan bencana digelar secara bergantian. Siswa diajak berpikir praktis menghadapi situasi darurat.

Lomba pembuatan alat peringatan dini sederhana menjadi salah satu kegiatan utama. Siswa juga membuat prototipe detektor bencana dari bahan lokal. Aktivitas ini menekankan pemanfaatan sumber daya sekitar.

Baca Juga: Warga Antusias Sambut Aksi Donor Darah PMI Jember di Matahari Johar Plaza, 45 Pendonor dari 71 Pendaftar Lulus Skrining Kesehatan

Selain itu, siswa merancang tas siaga bencana keluarga. Isi tas disesuaikan dengan kebutuhan evakuasi dasar. Ketepatan pemilihan perlengkapan menjadi aspek penilaian.

Lomba poster dan infografis mitigasi juga digelar. Siswa menyampaikan pesan keselamatan melalui media visual. Karya tersebut ditujukan untuk edukasi warga sekolah.

Puncak kegiatan hari pertama ditandai dengan pameran hasil karya siswa. Alat, poster, dan infografis dipajang di area sekolah. Seluruh karya dibuat secara mandiri oleh siswa.

Hari kedua diisi dengan simulasi tanggap darurat gempa bumi. Simulasi menggunakan skenario lokal sesuai kondisi wilayah. Siswa dan guru mempraktikkan perlindungan diri dan evakuasi terorganisir.

Sebagai penutup, festival menampilkan pentas drama pendek bertema kebencanaan. Melalui seni peran, siswa menyampaikan pesan kesiapsiagaan. Pertunjukan tersebut melibatkan kolaborasi antar siswa.

Ketua panitia sekaligus Wakil Kepala Kesiswaan SMPN 1 Gumukmas, Muhammad Sofyan Tsauri, menyampaikan tujuan kegiatan. “Kegiatan festival kesiapsiagaan sekolah ini disambut antusias guru dan siswa. Mereka senang mengikuti rangkaian kegiatannya, terutama saat simulasi bencana gempa bumi,” kata Muhammad Sofyan Tsauri.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X