Minggu, 19 Juli 2026

Banjir Datang Seminggu 2 Kali, Warga Harapan Indah Bekasi Mengadu ke Dedi Mulyadi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:00 WIB
Dedi Mulyadi (KDM) menjadi sasaran aduan warga Bekasi akibat banjir. (Instagram/dedimulyadi71)
Dedi Mulyadi (KDM) menjadi sasaran aduan warga Bekasi akibat banjir. (Instagram/dedimulyadi71)

SketsaNusantara.id - Banjir kembali merendam sejumlah kawasan pemukiman di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Air masuk ke area rumah warga dan mengganggu aktivitas harian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial.

Salah satu video yang viral berasal dari kawasan Harapan Indah, Bekasi. Dalam rekaman tersebut, terlihat genangan air memenuhi blok perumahan.

Baca Juga: Cuman Rayyanza yang Bisa Begini! Lucunya Anak Raffi Ahmad Malah Ajak KDM Ngopi Usai Ditegur Bakal Dibawa ke Barak Militer: Ditunggu Ya...

Ketinggian air disebut meningkat dan datang berulang kali dalam waktu singkat. Kondisi itu memicu keluhan dari warga setempat.

Video tersebut diunggah akun TikTok @adiminee pada Kamis, 22 Januari 2026. Perekam video menyebut banjir bisa terjadi hingga dua kali dalam sepekan.

Ia juga menyampaikan kekecewaan terhadap pengelolaan lingkungan perumahan yang dinilai tidak maksimal.

Baca Juga: Terus Lempar Pujian ke Sherly Tjoanda, KDM Ceritakan Awal Pertemuan dengan Gubernur Malut: Saat Retret hingga Dijodohkan

Dalam video itu, perekam menyampaikan keluhan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Ia menyoroti perhatian pengembang yang disebut lebih terfokus pada pembangunan kawasan baru. Sementara kawasan lama dianggap kurang mendapatkan penanganan.

“Nih, KDM lihat rumah gue kebanjiran lagi, Harapan Indah parah nih, mikirinnya perumahan yang sekarang mulu, yang lama-lama kagak diurusin, lu lihat tuh begini,” ucap perekam video mengadu pada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dengan nada kesal.

Masalah banjir tersebut juga disertai cerita duka dari warga. Perekam video menyebut keponakannya meninggal dunia dan harus dievakuasi oleh tim penyelamat. Peristiwa itu terjadi di tengah kondisi banjir yang kembali melanda kawasan tersebut.

Dalam unggahan lanjutan, perekam video menyatakan tidak menyalahkan pemerintah provinsi.

Ia menyebut masih menunggu respons dari pihak pengembang perumahan. Unggahan tersebut turut menyertakan tanggapan developer yang menyebut pemeliharaan lingkungan menjadi kewenangan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X