Black box tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 150 meter dari puncak lokasi benturan utama.
Kini black box yang sudah bisa dilepas dari dudukannya tersebut dibawa turun menuju posko yang memakan waktu hingga 3 jam.
Dody juga menyampaikan bahwa meski secara visual serta letak sudah menunjukkan bahwa benda tersebut black box namun nanti yang akan menentukan adalah pihak KNKT.
Dan pihak KNKT juga yang akan bisa membuka apa isi dari black box baik Flight Data Recorder (FDT) serta Cocpit Voice Recorder (CVR).
Dari dua unsur black box tersebut maka akan diketahui penyebab Kecelakaan pesawat sebab black box berfungsi sebagai 'saksi bisu' yang merekam seluruh data teknis dan percakapan di dalam pesawat untuk membantu penyelidik (seperti KNKT) mengetahui penyebab pasti sebuah insiden penerbangan.
Untuk itu Dody meminta agar semua pihak bersabar menunggu kedatangan black box tersebut dan selanjutnya juga menunggu pihak KNKT membuka keseluruhan isinya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Update Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Serpihan Badan-Ekor di...
Pesawat ATR 42-500 PK-THT Hilang Saat Mendekati Makassar, Status Darurat Dinyatakan DETRESFA
Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Sulses, Berapa Kapasitas Penumpangnya?
Temuan Serpihan Pesawat di Puncak Bulusaraung Jadi Sorotan, Diduga Berasal dari ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang
Upaya SAR di Medan Ekstrem: Penemuan Serpihan Pesawat ATR PK-THT di Maros-Pangkep Menjadi Petunjuk Kunci Penelusuran Lokasi Jatuhnya Pesawat
6 Fakta Terbaru Operasi Pencarian Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Satu Korban dan Black Box