Ia menanggapi temuan ini dengan hati-hati namun tetap memprioritaskan pencarian di titik koordinat yang memungkinkan ditemukan oleh tim Cybercrime.
Saat ini, lebih dari 1.200 personel gabungan dikerahkan dimana fokus pencarian kini diperluas ke arah utara dari titik puing, sesuai dengan kemungkinan arah pergerakan yang terekam.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun data langkah kaki memberikan indikasi aktivitas, Basarnas harus melakukan analisis teknis lebih lanjut bersama tim IT Polda Sulsel untuk memastikan apakah itu murni gerakan manusia atau akibat anomali sensor perangkat saat terjadi guncangan.
Sementara itu smartwatch yang digunakan Farhan diketahui menggunakan sensor accelerometer dan gyroscope.
Secara teknis, langkah kaki terekam berdasarkan pola ayunan tangan, jika perangkat tersebut merekam hingga 13.000 langkah dalam rentang waktu yang lama setelah kecelakaan maka kecil kemungkinan hal itu disebabkan oleh guncangan mesin semata, sehingga memperkuat dugaan adanya upaya mobilisasi dari pemakainya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Update Pesawat ATR 400 Hilang Kontak, Pendaki Temukan Puing Pesawat ATR Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung
Update Pencarian Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Puncak Bulusaraung, Tim SAR Temukan Serpihan Badan-Ekor di...
Pesawat ATR 42-500 PK-THT Hilang Saat Mendekati Makassar, Status Darurat Dinyatakan DETRESFA
Spesifikasi ATR 42-500, Pesawat Indonesia Air Transport yang Hilang di Sulses, Berapa Kapasitas Penumpangnya?
Temuan Serpihan Pesawat di Puncak Bulusaraung Jadi Sorotan, Diduga Berasal dari ATR 42-500 Indonesia Air Transport yang Hilang