Salah satu pengunjung cilik, Syifa, siswi RA Perwanida Jombatan, mengaku sangat senang dengan adanya lapak ini.
"Saya sudah dua kali ke sini, mewarnai. Sudah bisa gradasi, makanya di kelas juara satu terus," ungkap Syifa dengan polos.
Menariknya, para relawan yang bergabung pun datang dari berbagai wilayah, mulai dari Kecamatan Kesamben hingga Kudu. Sampai saat ini, Irsyad masih menerima relawan-relawan baru setiap hari Minggu demi kuatnya komunitas yang belum genap satu tahun ini.
Baca Juga: Genjot Literasi, Mahasiswa IAI-UW Jombang Gelar Pelatihan Karya Ilmiah
Irsyad juga menyadari tantangan dalam mempertahankan konsistensi gerakan literasi jalanan ini, terutama terkait lokasi lapak di area CFD yang padat.
"Semoga kami dapat istiqamah. Karena sehari saja Samperin Buku libur, tempatnya bisa tergeser para pedagang," canda Irsyad.
Ia menutup perbincangan dengan sebuah pesan kuat mengenai pentingnya literasi. "Pokoknya jangan sampai lapak otak kalah dengan lapak perut," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
SMP-SMK Mbah Bolong Jombang: Melek Qur’an, Kitab Kuning, Bahasa Inggris, dan Literasi
Gelar Festival Literasi 2025, Wakil Bupati Situbondo: Tumbuhkan Minat Baca dan Tingkatkan Kualitas SDM
Workshop Kepenulisan LTN PCNU Jombang, Sebut KH Hasyim Asy'ari Tokoh Literasi Yang Telah Menulis 23 Judul Kitab dan Risalah