Minggu, 19 Juli 2026

Mahfud MD Sampaikan Pesan Menyentuh Bagikan Momen Wisuda S3 Putranya di Amsterdam, Komentar Ganjar Pranowo Malah Bikin Warganet Khawatir, Ada Apa?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 10 Januari 2026 | 18:15 WIB
Potret Mahfud MD hadiri wisuda S3 putra sulungnya di Amsterdam University (Instagram/mohmahfudmd)
Potret Mahfud MD hadiri wisuda S3 putra sulungnya di Amsterdam University (Instagram/mohmahfudmd)

SketsaNusantara.idMahfud MD membagikan momen saat menghadiri wisuda S3 putranya, Ikhwan Zein, di Amsterdam University.

Melalui akun Instagram pribadinya, Mahfud mengunggah sejumlah foto yang memperlihatkan dirinya hadir dalam prosesi promosi doktoral anak sulungnya pada Jumat, 9 Januari 2026.

Didampingi sang istri, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI itu menyampaikan pesan menyentuh dengan mengajak masyarakat untuk tidak pernah lelah mencintai Indonesia.

Mahfud mengungkapkan bahwa kehadirannya dalam wisuda putranya membuatnya merenung tentang berbagai kemajuan yang telah dicapai Indonesia dari waktu ke waktu, khususnya di bidang pendidikan.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-80 Indonesia, Mahfud MD Singgung Istilah 'Jas Merah' Bung Karno, Eks Menko Polhukam: Mari Kita Maju dengan...

"Saat menghadiri promosi Ph.D untuk kelulusan S3 anak saya saya merenung tentang Indonesia," tulis Mahfud MD dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan di akun Instagram @mohmahfudmd.

"Betapapun, misalnya, saat ini masih ada kekecewaan atas situasi poleksosbud di Indonesia, namun kita harus banyak bersyukur atas kemajuan Indonesia dari waktu ke waktu," lanjutnya.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta itu kemudian mengenang masa mudanya ketika mengenyam pendidikan di bangku SMP dan SMA hingga mengejar mimpi belajar sampai ke perguruan tinggi.

Kala itu, ia hanya berpikiran untuk bisa bekerja setelah lulus sekolah demi membantu perekonomian keluarga.

Baca Juga: Dunia Kampus Sedang Tidak Baik-Baik Saja! Mahfud MD Singgung Penyebab Jadi Penakut dan Tidak Kritis: Menawari Kenyamanan agar Diam

"Waktu saya masih SMP dan SMA tahun 1970-an, sulit bermimpi atau membayangkan untuk bisa belajar sampai ke perguruan tinggi," ujarnya.

"Inginnya, lulus SLTP atau SLTA bisa langsung kerja untuk membantu meringankan ekonomi keluarga atau memberi kesempatan kepada adik untuk juga bersekolah," kenangnya.

Namun, Mahfud menilai kondisi tersebut kini telah jauh berubah. Akses pendidikan tinggi semakin terbuka bagi generasi muda Indonesia.

"Lihat sekarang. Jutaan lulusan SMA bisa masuk ke perguruan tinggi, dari program S1, S2, sampai S3. Bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri," tulisnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Instagram @mohmahfudmd

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X