SketsaNusantara.id – Capaian PAD 2025 yang tembus Rp1 Triliun menjadi bukti Kabupaten Jember punya potensi untuk mengembangkan daerahnya, hal ini disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait saat konferensi pers di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) pada Selasa, 6 Januari 2025 lalu.
Namun, capaian itu tak boleh bikin Pemda Kabupaten Jember terbuai. Sebab, di sisi lain, kemiskinan di Kabupaten juga masih tinggi.
Dalam hal ini, Kabupaten Jember perlu memutar otak untuk memanfaatkan berbagai potensi yang ada. Misalnya, potensi pariwisata yang belum lama ini viral lantaran integrasi satu tiket dua wisata.
Baca Juga: Gus Fawait Perkuat Sinergi dengan PKDI Jember, Jamin ADD Utuh dan Hibahkan Ambulans Desa
Bupati Jember, Gus Fawait, menekankan pentingnya integrasi sektor pariwisata sebagai mesin pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jember.
Dalam pernyataannya, dia menyoroti potensi besar garis pantai Jember yang selama ini belum tergarap maksimal untuk pengentasan kemiskinan.
Gus Fawait menjelaskan bahwa meskipun pariwisata belum menjadi struktur utama penentu ekonomi Jember saat ini, sektor ini memiliki dampak rembetan yang luar biasa. Dia merujuk pada integrasi destinasi wisata unggulan seperti Papuma dan Watu Ulo.
"Daerah yang maju biasanya beriringan dengan pariwisata yang maju pula. Fokus kita bukan hanya pada pendapatan asli daerah (PAD) dari tiket masuk, tapi bagaimana dampak ekonominya menyentuh masyarakat, terutama di kawasan pesisir pantai yang masih menghadapi tantangan kemiskinan," ujarnya.
Prestasi Jember yang kini masuk dalam 10 besar kunjungan wisata di Jawa Timur versi Disparbud Provinsi, menurutnya, adalah momentum awal yang harus terus ditingkatkan melalui inovasi dan promosi yang masif.
Selain sektor pariwisata, Gus Fawait juga memberikan perhatian serius pada kinerja pelayanan publik. Di tengah tren penurunan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) di berbagai kabupaten dan tingkat provinsi, Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah berani dengan mempertahankan dan meningkatkan rasio TPP bagi ASN.
Kebijakan ini diambil dengan filosofi bahwa ASN adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Gus Fawait menilai kesejahteraan ASN adalah Kunci.
"Pelayanan publik yang prima hanya bisa tercipta jika para petugasnya merasa sejahtera dan dihargai," paparnya.
Artikel Terkait
Pemkab Jember Bangun Food Street untuk PKL dan UMKM, Komisi B DPRD Ingatkan Banyak Aspek Penting
Dekatkan Pelayanan, Pemkab Jember Akselerasi Penuntasan 66 Ribu KTP di Umbulsari
Cetak Sejarah, Pemkab Jember Kucurkan Perlindungan Sosial dan Bantuan Tani Terbesar dalam 4 Dekade
Antisipasi Terjadi Banjir, Pemkab Jember Awasi Ketat Perumahan yang Diduga Gunakan Sepadan Sungai
Tak Ada Pesta Kembang Api Tahun Ini, Pemkab Jember Bakal Gelar Sholawat dan Doa Bersama untuk Acara Pergantian Tahun
Jelang Tahun Baru, Pemkab Jember Resmi Lantik 8.344 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu
Pemkab Jember Distribusikan Ratusan Gerobak UMKM, Kawasan Food Street Kartini Jadi Prioritas
Pemkab Jember Resmi Perpanjang Kerjasama dengan Maskapai Fly Jaya, Gus Fawait: Direncanakan Ada Penambahan Jadwal Penerbangan
Apresiasi Kebijakan Pemkab Jember, Wisatawan Asal Lumajang Sebut Masih Banyak yang Harus Dikembangkan
Pemkab Jember Luncurkan Program Peta Cinta, DPC PKB Jember: Ini Langkah Baik untuk Mendekatkan Pelayanan Adminduk ke Masyarakat