SketsaNusantara.id - DJ Donny yang baru-baru ini sering dibicarakan ternyata mantan Caleg yang diusung oleh PDI Perjuangan.
Kabarnya, DJ Donny merupakan Caleg DPR RI dari Dapil Aceh 1 pada 2019 lalu, namun ia gagal naik ke Senayan.
Dulu namanya viral karena pencalegan, dan kini DJ Donny kembali dibicarakan usai mengaku mendapat teror dari orang tak dikenal.
Teror tersebut tertuju kepada Ramon Dony Adam setelah ia aktif memberikan kritik kepada kinerja pemerintah.
Melalui akun Instagram pribadinya, @dj_donny membagikan bentuk teror yang ditukan kepadanya.
Pada Senin, 29 Desember 2025, DJ Donny mendapat teror berupa bangkai ayam hitam beserta kata-kata ancaman.
Selain itu terdapat satu kerta yang berdiri foto DJ Donny dengan ditambah garis merah tepat di lehernya.
Beberapa isi tulisan berdiri ancama agar DJ Donny tak lagi mengkritik pemerintah melalui media sosial.
"Ramon Dony Adam!!! Jaga mulutmu terutama di medsos, jangan pecah belah bangsa atau kamu akan jadi seperti ayam ini!!!," isi kata-kata tersebut yang ditulis menggunakan tinta merah.
Baca Juga: Heboh Istri Purbaya Yudhi Sadewa Mendapat Teror Paket Misterius Berisi Darah Segar, Benarkah?
Selain itu pada Rabu, 31 Desember 2025, konten kreator 41 tahun itu mendapat teror lagi berupa bom molotov yang dilempar ke rumahnya.
Beruntungnya api segera pada setelah diguyur air hujan. Meski demikian, DJ Donny merasa keamana keluarga dan tetangga sekitarnya terganggu.
Artikel Terkait
Komedi Rizky Inggar Banjir Pujian Netizen Usai Angkat Isu Fufufafa di Acara TV: Teror, Ada Tapi Tidak Ada
Spill Perselingkuhan Andreas Wullur, Iris Wullur Akui Dapat Banyak Teror Untuk Takedown Videonya: Kalau Gue Menghilang Kalian Tau kan…
Laporkan Kaca Kantornya Bolong Ditembak Orang Sebagai Bentuk Teror, Fitri Salhuteru Justru Disebut Maling Teriak Maling
Kena Teror Misterius! Usaha Kuliner Nunung Terancam Bangkrut Setelah Temukan Benda-Benda Mistis: Tadinya Nggak Percaya
Perkataan Hasan Nasbi Soal Teror Kepala Babi Menuai Kecaman Keras! Kepala Komunikasi Kepresidenan RI Dinilai Tak Peka terhadap Keselamatan Jurnalis