SketsaNusantara.id - Kapal wisata yang membawa rombongan Warga Negara Asing (WNA) asal Spanyol tenggelam di perairan Pulau Padar, Nusa Tenggara Timur.
Kapal KM Putri Sakinah tersebut tenggelam pada Jumat malam, 26 Desember 2026 saat berlayar dari Pulau Komodo ke Pulau Padar.
Di tengah perjalanan, mesin kapal mati hingga akhirnya tenggelam usai dihantam ombak.
Pasca insiden tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan publik tentang potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan di tanah air.
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Seran mengungkapkan agar masyarakat mewaspadai gelombang tinggi di perairan di wilayah selatan tersebut.
Maria menambahkan, potensi gelombang tinggi masih perlu diwaspadai hingga akhir Desember 2025.
“Ya potensi gelombang tinggi sampai akhir tahun masih,” ujarnya pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Dalam penjelasannya, Maria mengungkapkan tinggi gelombang di perairan selatan Selatn Sape diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Sementara itu, kawasan Taman Nasional Komodo berada di sisi selatan dan utara Selat Sape.
Maria pun menghimbau agar masyarakat pesisir, nelayan maupun pelaku usaha wisata bahari untuk lebih waspada terhadap cuaca buruk.
Artikel Terkait
Wali Kota Surabaya Respons Kasus Perusakan Rumah Nenek Elina, Eri Cahyadi: Sebelum Viral Kemarin, Ini Sudah...
Siapa Mantan Suami Jessica Freddy? Fakta Baru yang Mengerikan Terungkap Pasca Ketahuan Koleksi Puluhan Senjata Api
Ayu Aulia Tanggapi Wanita Berinisial S dan A yang Diisukan Jalin Hubungan dengan Ridwan Kamil, Malah Beri Pujian untuk Atalia Praratya?
Demi Dapatkan Harga Sembako Murah, Warga Takengon, Aceh Tengah Rela Jalan Kaki 5 Jam Setiap Hari
Kecamatan Tripe Jaya di Gayo Lues Masih Terisolir, Relawan Harus Seberangi Sungai hingga Meniti Jembatan Tali untuk Salurkan Bantuan