Kamis, 4 Juni 2026

Genjot Literasi, Mahasiswa IAI-UW Jombang Gelar Pelatihan Karya Ilmiah

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 21 Desember 2025 | 19:50 WIB
Narasumber sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)
Narasumber sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id— Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Al-Urwatul Wutsqo (IAI-UW) Bulurejo, Jombang. Kegiatan digelar di Balai Latihan Kerja (BLK) Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Minggu 21 Desember 2025.

Ketua panitia Moh Rizal Octavio menjelaskan acara dibatasi diikuti oleh 30 peserta. "Mereka terdiri dari mahasiswa serta pegiat literasi dari berbagai kalangan," ujarnya.

Pembina Himaprodi MPI, Aris Setiawan, berharap kegiatan ini bisa memotivasi mahasiswa terus melakukan publikasi. "Agar kualitas skripsi peserta nanti bisa layak dipublikasikan lewat jurnal ilmiah," ujarnya.

Baca Juga: Siapa Mantan Suami Nadia Hawasyi? Inilah Profil Istri Ustaz Zaky Mubarok, Ternyata Keturunan Qari Internasional: Umur, Kontroversi

Dia menuturkan, narasumber yang diundang sudah sangat tepat dengan produktivitasnya yang tinggi. "Panitia tiidak salah menghadirkan Bapak Mukani sebagai pemateri pada hari ini, beliau prestasi dan karyanya sudah banyak sekali. Bahkan dalam satu tahun bisa menulis dua hingga tiga buku," imbuhnya.

Saat menyampaikan materi, Mukani membuka wawasan peserta dengan pandangan filosofis mengenai pentingnya menulis. Penulis profesional bersertifikat BNSP RI ini menegaskan, menulis adalah jalan untuk melahirkan gagasan yang abadi.

"Secara biologis, Anda memang sudah lahir. Tetapi secara ideologi, belum tentu sekarang Anda sudah lahir," ujarnya. Kelahiran ideologis, lanjutnya, dimulai dari kesadaran untuk berkarya bagi manusia.

Baca Juga: Biodata Nadia Hawasyi Istri Ustaz Zaky Mubarok, Qariah Berprestasi yang Namanya Terseret Usai Suaminya Viral: Umur, Nama Orang Tua

Juara kedua Kategori Karya Jurnal Ilmiah PAI tingkat Nasional Kementerian Agama RI tahun 2025 ini turut membagikan pengalaman pribadinya. Dia menceritakan bagaimana konsistensi adalah kunci utama dalam berkarya.

"Saya dulu mulai menulis sejak kuliah, mulai honor 20 ribu sampai sekarang saya masih menulis," ungkapnya.

Selain memberikan motivasi, dosen STAI Darussalam Nganjuk ini juga membedah teknis penulisan artikel jurnal ilmiah. Dia menjelaskan bahwa artikel jurnal merupakan publikasi ilmiah yang harus dilakukan akademisi. Baik dosen ataupun mahasiswa. "Tentu dengan beban tingkatan yang berbeda, mulai dari terindeks Scopus, Sinta maupun sekedar memiliki ISSN," jelasnya.

Baca Juga: Biodata Ustaz Zaky, Sosok Pendakwah Lulusan S3 Mesir yang Diduga Telah Melecehkan Jamaah Wanita: Profil Lengkap 

Menutup sesi pelatihan, penulis 42 judul buku ini memberikan pesan mendalam agar mahasiswa meninggalkan warisan berupa karya tulis. "Menulislah satu buku untuk orang lain sebelum orang lain menulis batu nisan untuk Anda. Orang tidak perlu mengenal kita, cukup mengenal karya kita," pungkasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemberian contoh jurnal edisi cetak dan buku ke beberapa peserta.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X