Situasi di lapangan juga sempat memanas usai sejumlah ibu-ibu di lokasi tak mampu menahan emosinya.
Mereka menilai, pengambilan kayu bernomor itu merupakan tindakan serakah di tengah penderitaan masyarakat yang menjadi korban bencana banjir dan tanah longsor.
Dari rekaman tersebut, terdengar makian yang mencerminkan kekecewaan warga yang merasa lingkungannya dijadikan ladang bisnis oleh oknum tertentu di tengah kondisi darurat bencana.
“Jangan rakus kalian. Nanti diadzab oleh Allah,” ujar salah seorang warga dengan nada penuh amarah.
Hingga kini, warga Aceh Tamiang menuntut adanya transparansi serta pembersihan material banjir secara menyeluruh.
Mereka berharap proses pemulihan tidak dicederai oleh kepentingan sepihak, agar luka akibat banjir bandang tidak semakin dalam.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Seskab Teddy Indra Wijaya Minta Warga Bijak di Tengah Bencana Sumatra: Jangan Menggiring Opini Seolah Pemerintah Tidak Bekerja
Gas LPG Langka di Aceh Tengah, Warga Takengon Terpaksa Pakai Kayu Hanyut Sebagai Pengganti, Netizen: Kembali ke Bahan Kayu Bakar
Yenny Wahid Ungkap Adanya Tekanan Menteri Terkait Izin Tambang Ormas di Haul Gus Dur ke-16: Saya Mendukung Seruan KH Said Aqil Siroj
5 Fakta Hari Ibu Nasional 22 Desember: Sejarah, Makna, hingga Alasan Dirayakan Berbeda dengan Mother's Day
Ferry Irwandi Ungkap Solar Panel Berfungsi Optimal di Lokasi Bencana, Jadi Penopang Utama Aktivitas Relawan
Akses Masih Terputus, Korban Banjir di Tapanuli Tengah Terpaksa Jalan Kaki 9 Jam Demi Bantuan Sembako: Doakan Semoga...
BRI Tanggap Bencana Sumatra: dari Respons Darurat hingga Pemulihan Jangka Panjang Masyarakat Terdampak
Nggak Nyangka! Selebgram Ayu Aulia Ngaku Jadi Tempat Curhat Ridwan Kamil dan Atalia Praratya, Kenapa?
Warga Gumukmas Jember Keluhkan Wabah Lalat yang Meresahkan hingga Minta Solusi Pemerintah, Netizen: Mungkin Banyak yang...