SketsaNusantara.id - Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya, Aceh mulai surut. Namun bukan berarti tak ada lagi masalah yang dihadapi korban terdampak.
Pasca air mulai surut, mereka justru dihadapkan kenyataan pahit berupa tumpukan lumpur yang menenggelamkan separuh bangunan rumah.
Warga pun dihadapkan masalah baru yakni membersihkan sisa-sisa bencana yang mengepung tempat tinggalnya.
Baca Juga: Heboh! Pria di Aceh Tamiang Temukan Genangan Air Diduga Bercampur Solar, Warga: Sekitar 20 Persen
Potret perjuangan warga yang sedang berjibaku membersihkan sisa-sisa bencana ini terekam kamera dan diunggah oleh akun TikTok @Mawa pada Minggu, 21 Desember 2025.
Dalam video tersebut, terlihat 3 orang warga sedang berusaha keras mencangkul lumpur yang mengepung rumah mereka sambil dibantu semprotan air seadanya.
Bagi mereka, membersihkan rumah dari timbunan lumpur yang menutup separuh bangunan terasa seperti pekerjaan yang tiada akhir.
Rasa lelah dan putus asa tersirat dari wajah mereka saat volume lumpur yang begitu besar memenuhi rumah.
“Lumpur di dalam dibuang ke luar, yang di luar dibuang ke mana?” tulis warga dalam video tersebut sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id.
Selain beban mental, proses pembersihkan sisa-sisa bencana ini juga memberikan dampak pada fisik warga.
Bersentuhan dengan air kotor dan lumpur selama berhari-hari memicu masalah kesehatan pada kulit mereka.
“Kaki sudah hancur semua karena kena air terus setiap hari,” tutur salah seorang warga yang menceritakan kondisi luka pada kakinya.
Artikel Terkait
Hari Ibu 22 Desember 2025: Tema Resmi dari KemenPPPA, Logo hingga Ucapan Terima Kasih Menyentuh untuk Ibunda
Yenny Wahid Ungkap Adanya Tekanan Menteri Terkait Izin Tambang Ormas di Haul Gus Dur ke-16: Saya Mendukung Seruan KH Said Aqil Siroj
5 Fakta Hari Ibu Nasional 22 Desember: Sejarah, Makna, hingga Alasan Dirayakan Berbeda dengan Mother's Day
Wisata Pemandian Guci di Tegal Diterjang Banjir Bandang, Kolam Air Panas Hilang Tenggelam
Ferry Irwandi Ungkap Solar Panel Berfungsi Optimal di Lokasi Bencana, Jadi Penopang Utama Aktivitas Relawan
Akses Masih Terputus, Korban Banjir di Tapanuli Tengah Terpaksa Jalan Kaki 9 Jam Demi Bantuan Sembako: Doakan Semoga...
BRI Tanggap Bencana Sumatra: dari Respons Darurat hingga Pemulihan Jangka Panjang Masyarakat Terdampak