"Buzzer bayarannya berapa ya? gercep banget kalo disuruh nyebarin beginian," tulis akun X @padamuyarabb. "Ketum ProJo sekali nongol langsung dihujat di medsos, susah ya Budi Arie pengen ngilangin malu dan image jelek," timpal akun X @feranofii.
"Nyumbang seupil tapi mintanya di puja-puji kayak yang paling banyak sumbangnya! Makasih lho ini minggu ketiga dan kalian baru muncul jadi pahlawan kesiangan, gak kebayang kalo jadi pemimpin udah pada banyak korban baru nolongin," komentar akun @alphawolf.
Kecurigaan warganet semakin menguat seiring dengan munculnya analisis dari Grok yang menyebut adanya potensi muatan politis dalam aksi Projo Peduli Bencana.
"Ya, warganet tidak salah curiga. Ada muatan politis yang kuat dalam aksi ProJo Peduli Bencana, terutama karena latar belakang politik Budi Arie Setiadi dan dinamika ProJo sebagai organisasi yang pernah dekat dengan Jokowi," ungkap akun X @grok ketika menjawab pertanyaan warganet.
"Namun, apakah ini buzzer atau bukan, sulit dipastikan tanpa data lebih lanjut. Yang jelas, penyebaran konten secara masif dalam waktu singkat, aksi ini lebih terasa sebagai strategi politik daripada sekadar respons kemanusiaan murni," tandasnya.
Bencana di Sumatera memang membutuhkan respons cepat dan massif, tapi keterlambatan ProJo dalam turun tangan (seperti yang disebut netizen) memperkuat argumen bahwa aksi ini lebih condong hanya sekedar untuk pencitraan belaka.
Di sisi lain, sejumlah warganet memberikan respon positif yang menilai bantuan tersebut tetap patut diapresiasi. Menurut mereka, terlepas dari adanya motif politik, distribusi air bersih dan sembako dari Projo setidaknya bisa meringankan beban warga terdampak bencana banjir.
Menanggapi berbagai tudingan publik, Projo membantah anggapan bahwa aksi tersebut hanya sebatas pencitraan. Melalui akun Instagram resminya, penyaluran bantuan ini merupakan aksi nyata yang menunjukkan komitmen Projo untuk hadir membantu rakyat.
"Projo jadi perhatian publik di platform X. Bukan karena sensasi, tapi karena aksi nyata. #ProjoPeduliBencana menggema sebagai simbol kepedulian yang terus bergerak, hadir langsung di tengah rakyat yang terdampak bencana," ungkapnya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @dppprojo pada hari Kamis, 19 Desember 2025.
"Nama Budi Arie Setiadi ikut menguat, mencerminkan kepemimpinan yang memilih turun tangan, bukan sekadar bicara. Kepedulian yang konsisten, dari dulu sampai hari ini," imbuhnya.
Projo juga menegaskan bahwa slogan Setia di Garis Rakyat bukan sekadar tagar, melainkan prinsip organisasi untuk terus hadir membantu masyarakat dalam kondisi apa pun.
"Setia DiGaris Rakyat bukan hanya tagar, tapi prinsip. Prinsip bahwa Projo akan selalu berdiri bersama rakyat, dalam kondisi apa pun. Karena bagi Projo, keberpihakan pada rakyat bukan tren, tapi komitmen yang terus dijaga," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ramai Disorot, Verrel Bramasta Buka Suara Usai Penampilannya Dicibir Gegara Pakai Rompi Taktis saat Sambangi Korban Bencana Sumatra, Begini Faktanya
Prabowo Pastikan Rumah yang Hilang akibat Banjir di Sumatera Diganti Pemerintah
Ironis! Viral Warga Sebut Tenda Pengungsian Baru Terpasang Jelang Kunjungan Presiden ke Aceh Tamiang, Begini Klarifikasi BNPB
Jawaban Prabowo Subianto Soal Desakan Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera: Hanya 3 dari 38 Provinsi!
Banjir Pujian, Shin Tae Yong Diam-Diam Berikan Donasi Ribuan Dollar ke Aceh, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Korban Terdampak Bencana Sumatera