“Jembatan belum ada perbaikan,” terangnya.
Dalam video tersebut juga terlihat warga menaiki bambu. Bambu digunakan sebagai pijakan awal sebelum memegang tali. Proses penyeberangan dilakukan satu per satu.
Hingga kini, peralatan yang digunakan masih terbatas. Warga hanya mampu menambahkan tali sebagai pegangan. Tidak terlihat adanya alat bantu lain di lokasi.
Situasi ini membuat aktivitas warga menjadi terbatas. Mobilitas untuk kebutuhan sehari-hari terganggu. Warga harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial. Unggahan itu mendapat perhatian warganet. Kondisi warga pedalaman Bireuen kembali menjadi sorotan.
Banjir bandang sebelumnya menyebabkan kerusakan infrastruktur. Beberapa fasilitas umum tidak dapat difungsikan. Pemulihan masih berlangsung di sejumlah titik.
Hingga pertengahan Desember 2025, akses di Desa Kuba Hitam masih terputus. Warga tetap beraktivitas dengan cara sederhana. Kondisi tersebut terekam dan dibagikan melalui media sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Ferry Irwandi Ungkap Gagasannya untuk Mendistribusikan Komoditas Cabai di Aceh ke Jakarta: Over Supply, Harga Makin Turun
Jawaban Prabowo Subianto Soal Desakan Status Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera: Hanya 3 dari 38 Provinsi!
Gagasan Ferry Irwandi Distribusikan Komoditas Cabai Terealisasi, Perekonomian Aceh Tengah dan Bener Meriah Bangkit
Banjir Pujian, Shin Tae Yong Diam-Diam Berikan Donasi Ribuan Dollar ke Aceh, Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Korban Terdampak Bencana Sumatera
Solidaritas Tanpa Batas, Shin Tae-yong Salurkan Donasi Korban Banjir Aceh Tamiang Lewat Hantam Bola Indonesia