SketsaNusantara.id - Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh belum menunjukkan tanda-tanda membaik.
Meski telah memasuki pekan ketiga pasca bencana, sebagian besar wilayah di Aceh belum kembali pulih seperti sediakala.
Keterbatasan bahan pokok, akses jalan yang masih terputus, serta banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal masih menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat setiap hari.
Aceh Masih Padam
Selain akses yang terputus, hampir seluruh wilayah Aceh juga mengalami pemadaman listrik bergilir.
Bahkan di Banda Aceh, yang tidak terdampak langsung banjir dan longsor, pemadaman masih terjadi secara berkala.
Di beberapa tempat, listrik padam hingga lima sampai tujuh hari berturut-turut.
Di wilayah terdampak parah seperti Aceh Tamiang, khususnya Kecamatan Seruway, hingga kini listrik belum kembali menyala.
Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lainnya.
Ketidakstabilan listrik turut berdampak pada jaringan internet yang sangat lambat hampir di seluruh Aceh, sehingga menyulitkan warga dan relawan dalam mengakses serta menyebarkan informasi terkait kondisi bencana.
Ironisnya, saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Banda Aceh, listrik dilaporkan menyala penuh selama dua hari.
Artikel Terkait
Warga Aceh Ungkap Harimau Sempat Turun dari Hutan Sebelum Banjir Datang, Ini Penjelasan Ahli soal Satwa Liar yang Punya Insting Akan Terjadi Bencana
Kembali Turun ke Daerah Terisolir Meski Sempat Alami Gangguan Kesehatan, Ferry Irwandi Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Aceh
Tanamkan Empati Sejak Dini, SDN Lembengan 01 Ledokombo Jember Serahkan Donasi untuk Penyintas Banjir Aceh dan Sumatra
Relawan PMI Jember Ambil Peran dalam Respon Banjir Aceh, 5.000 Liter Air Bersih Disalurkan ke Wilayah Terdampak
Cerita Mengharukan dari Posko Pengungsian Aceh, Pengungsi Banjir Berbagi Makanan kepada Relawan yang Datang Membantu