Hashim menyayangkan bahwa potensi kekayaan tersebut tidak tercermin dalam penerimaan negara.
Secara terbuka utusan presiden bidang energi dan lingkungan hidup ini mengkritik keras kinerja sistem penerimaan negara, termasuk pajak, bea, dan cukai, yang disebutnya berada dalam kondisi 'sangat-sangat parah'.
Ia menyoroti rendahnya rasio penerimaan negara yang hanya berkisar 9 hingga 10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) berdasarkan data bank dunia yang tak pernah mengalami kenaikan.
Menurut Hashim, angka ini sangat jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga seperti Kamboja yang berkisar sekitar 18 persen dan Vietnam berkisar sekitar 23 persen.
"10 tahun lalu penerimaan negara termasuk pajak, cukai, PNBP, royalti emas tembaga batubara dan sebagainya Kamboja itu 9%, Indonesia 12% itu 10 tahun yang lalu dan sekarang Kamboja 18 persen dan Indonesia tetap 12% berarti tidak ada kenaikan," ungkapnya.
"Artinya apa? 6 % kelihatannya kecil tapi 6% dari suatu ekonomi PDB-nya adalah Rp 25 ribu triliun, 6% itu Rp 1500 triliun dan defisit APBN kita Rp 300 triliunan," imbuhnnya.
Maka berdasarkan data-data tersebut Hashim menyimpulkan bahwa kuncinya ada pada petugas pajak, bahwa jika saja seluruh aparat yang berhubungan dengan pajak bisa bekerja dengan benar maka Indonesia tidak akan menjadi negara yang defisit namun justru akan menjadi negara yang surplus.
"Jika aparat pajak, aparat bea cukai, aparat apapun itu bekerja dengan benar maka Indonesia tidak akan menjadi negara yang defisit tapi negara yang surplus, Indonesia negara yang kaya, Indonesia bisa memberikan bantuan kepada negara-negara miskin lainnya, Indonesia negara super power," tegas Hashim.
Hashim kembali menegaskan bahwa kunci Indonesia menjadi negara surplus ada ditangan para pemegang kebijakan pajak.
"Kita tinggal benahi aparat kita (pajak)," tegasnya.
Hashim juga menyatakan bahwa perbaikan rasio pajak dapat dicapai tanpa harus menaikkan tarif pajak.
Solusi yang ia tekankan adalah menjaring lebih banyak wajib pajak yang selama ini belum tersentuh, didukung oleh political will dan pemanfaatan teknologi.
Untuk itu Hashim menyatakan bahwa Purbaya akan segera membenahi dan melaksanakan segala kebijakan terkait pajak.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Resmi Dirilis! Inilah Daftar Isi 10 Jilid Buku Sejarah Indonesia yang Diluncurkan Kemenbud: Bahas Akar Peradaban Nusantara hingga Reformasi-Demokrasi
Terbaru! Inilah Profil dan Biodata Aya Balqis TikTokers Malaysia yang Membongkar Dugaan Perselingkuhan Yuka dan Jule: Umur, Agama, Karir
Jule Viral Lagi! Profil Biodata Julia Prastini yang Diduga Selingkuh dengan Suami TikTokers Malaysia Aya Balqis
Awhin Sanjaya Siapa dan Kenapa? Inilah Profil Pebalap Nasional yang Meninggal Dunia di SCP 2025: Umur, Prestasi
Kunkun Academy Hadirkan Pembelajaran Render yang Relevan bagi Arsitek Profesional
Kembali Turun ke Daerah Terisolir Meski Sempat Alami Gangguan Kesehatan, Ferry Irwandi Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Aceh
Dukung Aksi Kemanusiaan di Jember, Bank Jatim Salurkan Bantuan Tunai kepada PMI Kabupaten Jember