Mantan Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, juga ikut membubuhkan emoji sedih di kolom komentar yang menunjukkan keprihatinan dengan kondisi para korban banjir di Sumatera.
Sebagaimana diketahui, beberapa negara Asia termasuk Indonesia, Thailanda dan Sri Lanka beberapa hari terakhir dilanda bencana banjir akibat cuaca ekstrem serta badai tropis paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
Hujan deras berkepanjangan telah menyebabkan banjir besar dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat yang menewaskan lebih dari 900 orang dan membuat jutaan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Di Indonesia sendiri, banjir dan longsor masih terus mendapat sorotan dunia. Terlebih, karena adanya gelondongan kayu di antara arus banjir yang menunjukkan bahwa bencana ini diperparah karena perusakan lingkungan akibat aktivitas penebangan hutan.
Banyak warga kehilangan tempat tinggal, infrastruktur rusak, akses jalan terputus, dan banyak daerah masih terisolasi hingga menyulitkan proses evakuasi maupun distribusi bantuan.
Pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan berbagai organisasi kemanusiaan terus berupaya melakukan penyelamatan dan pemulihan di lapangan.
Tak sedikit pula influencer dan para pesohor di tanah air yang membuka donasi dan bahkan ikut terjun langsung membantu para korban terdampak bencana.
Respons Paus Leo XIV dinilai sebagai bentuk perhatian dunia internasional terhadap besarnya dampak bencana yang terjadi.
Vatican juga menerima kabar dari Keuskupan Sibolga (Sumut) yang juga membutuhkan bantuan terutama kebutuhan air bersih yang menjadi masalah serius di tengah masa pemulihan pasca terjadi bencana.
Seruan solidaritas ini semakin penting mengingat kebutuhan bantuan yang masih sangat besar. Ribuan rumah warga hancur, fasilitas umum tidak bisa digunakan, dan para pengungsi masih membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan, selimut, dan tempat tinggal sementara.
Paus Leo XIV menutup pesannya dengan mengajak seluruh umat beragama untuk menjaga mereka yang terdampak bencana dalam doa. Ia berharap dunia bersatu untuk meringankan penderitaan jutaan warga yang sedang menghadapi masa sulit ini.***
Artikel Terkait
Pandawara Group Usulkan Gerakan Donasi untuk Membeli Hutan Usai Banjir Bandang Sumatra, Begini Respons Warganet
Cut Melisa Ungkap Kondisi Sebenarnya di Aceh Tamiang Pasca Bencana Banjir. Mobil-mobil Tersapu Arus hingga Mayat-mayat yang Belum Terevakuasi
Rocky Gerung Sebut Pemerintah Gagal Menanggulangi Bencana di Sumatra: Bangsa Kaya Raya tapi Paradoks
Sungai Guwo Berubah Drastis dan Membelah Jadi Tiga: Ferry Irwandi Ungkap Fakta Mengerikan di Balik Banjir Bandang Aceh-Sumatra
Mensesneg Terang-terangan Tolak Tawaran Bantuan Asing Dalam Bencana Banjir Bandang: Kita Semua Masih Sanggup!
Heboh Beredar Rincian Bantuan Kementan 73 M untuk Korban Bencana Sumatra, Publik Soroti Harga Sembako yang Dinilai Janggal: Lebih Buruk dari Tengkulak