"Lebih buruk daripada tengkulak. Terakhir saya beli di Sidikalang (Sumut), harga beras 15 kg hanya 250 ribu. Beras yang saya beli bukan beras Bulog tapi merek Kuku Balam (beras premium)," pungkasnya.
Tak berhenti di situ, publik juga menyoroti item lain dalam daftar bantuan. Bantuan dalam dus senilai Rp6,8 juta tak luput jadi sorotan warganet, apalagi tidak disebutkan dengan jelas apa saja isinya.
"Salfok sama 1000 dus bantuan lainnya 6,8 M, berarti Rp6,8 juta/dus. Isinya apa aja ya? Apa dapat bantuan PS5??" sindir akun @santoimam88.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada klarifikasi atau penjelasan resmi dari pihak Kementan. Ketidakjelasan rincian dan harga yang dinilai tak wajar membuat publik semakin kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.
"Durjana bener, bantuan buat bencana pun masih ada dijadikan ladang cuan, makin ga percaya sama pemerintah," komentar akun @hafz_zeroo.
"Setan pun ketawa melihat kelakuan pejabat Konoha yang gak tahu malu, bener-bener kaya berasa dijajah negeri sendiri," timpal akun @imam.sayalow.
Warganet curiga bahkan menduga ada praktik korupsi dalam penyaluran bantuan ketika warga di lokasi bencana tengah berjuang bertahan hidup, sementara oknum tertentu justru diduga sibuk mencari celah untuk menyelewengkan dana bantuan.
"Hatinya terbuat dari apa? masih bisa mark up harga beras 4x lebih mahal dari harga normal, dana bantuan pun masih dikorup?" komentar akun @gab.evanz.
"Korban bencana di sana lagi berfikir untuk bertahan hidup tapi para penguasa di sanasana berfikir keras cari celah untuk KORUPSI, gini Kementan yang katanya punya menteri berintegritas tinggi? kawal terus ini supaya jelas karena bantuan ini juga pake uang rakyat!" komentar akun @wigunsyah1004.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Ramai Disorot, Verrel Bramasta Buka Suara Usai Penampilannya Dicibir Gegara Pakai Rompi Taktis saat Sambangi Korban Bencana Sumatra, Begini Faktanya
Satgas Ungkap 15 Titik Jalan Putus, 27 Jembatan Rusak, dan Alasan Bantuan Aceh Terpaksa Dikirim Melalui Jalur Udara
Stop Atraksi Politik! UAH Ingatkan Elit Politik untuk Fokus Prioritaskan Bantu Korban Bencana dan Lakukan Evaluasi hingga Serukan Taubat Nasional
Bantuan Menumpuk di Posko, Najwa Shihab Sebut Kendala di Aceh Bukan Lagi Kurangnya Logistik: Satu-Satunya Harapan Adalah...
Ingin Bantu Korban Banjir Sumatra, 4 Bantuan Internasional Ini Menunggu Lampu Hijau dari Pemerintah Indonesia
Rocky Gerung Sebut Pemerintah Gagal Menanggulangi Bencana di Sumatra: Bangsa Kaya Raya tapi Paradoks