Minggu, 19 Juli 2026

Hobi Menulis, Guru PAI SMAN 1 Jombang Terima Anugerah dari Kemenag RI di Puncak Peringatan HGN 2025

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 7 Desember 2025 | 00:30 WIB
Guru PAI SMAN 1 Jombang Mukani, salah satu penerima anugerah dari Kemenag RI.  (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)
Guru PAI SMAN 1 Jombang Mukani, salah satu penerima anugerah dari Kemenag RI. (SketsaNusantara.id/As'ad Choirudin)

SketsaNusantara.id - Puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Kementerian Agama Rl digelar di Gedung Sasana Krida TMll Cipayung Jakarta, Sabtu 6 Desember 2025, malam. Acara mengambil tema Doa Guru dan Donasi Untuk Negeri.

Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar beserta jajaran nampak hadir. Termasuk perwakilan guru madrasah dan pendidikan agama Islam (PAl) dari seluruh wilayah di lndonesia.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan istigosah. Acara juga memberikan anugerah kepada 21 guru dan pengawas pendidikan agama Islam (PAl) berprestasi dari seluruh lndonesia.

Baca Juga: Pesan Tegas Prabowo di Hari Guru 2025 tentang Murid Nakal dan Peran Orang Tua, Kisah Kepala Sekolah dan Anak Jenderal Ini Jadi Sorotan

Salah satu guru PAl yang menerima anugerah adalah Mukani. Guru yang bertugas di SMAN 1 Jombang ini dinobatkan juara kedua kategori karya jurnal ilmiah PAI.

Dia tidak menyangka jika dirinya lolos menerima apresiasi ini. "Persiapan saya untuk seleksinya memang mendadak," ujarnya.

Anugerah ini, lanjutnya, tindak lanjut dari Anugerah Guru Teladan
Literasi yang sudah diterimanya. "Tahun 2024 kemarin penghargaan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," imbuh pria yang juga dosen STAI Darussalam Nganjuk ini.

Baca Juga: Masih Ada Regulasi yang Sulitkan Jadi Pengawas Pembina Sekolah, Guru PAI Diharapkan Terus Tingkatkan Kompetensi

Pada anugerah ini, dia mengaku tidak hanya menyetorkan karya ilmiah berupa buku. "Kalau hanya menulis 45 judul buku ber-ISBN, itu sudah banyak yang bisa, apalagi berupa antologi," ujarnya.

Tapi dia menekankan perlunya buku karya guru diberi kata pengantar dari profesor. lni sebagai justifikasi ilmiah dari pihak ahli kompeten terhadap isi buku yang ditulis guru. "Alhamdulilah, sudah tujuh buku saya diberi kata pengantar
profesor," tambahnya.

Pria alumni Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang ini mengaku juga menyerahkan 29 artikel di jurnal ilmiah. Bahkan tiga artikelnya sudah dimuat di jurnal Sinta-2. "Ini keunikannya, tulisan guru lolos di jurnal Sinta-2, di lndonesia jumlahnya bisa dihitung dengan jari," urainya.

Baca Juga: Rencana Bahasa Portugis Masuk Sekolah: Pemerintah Ungkap Tahapan Kajian, Kesiapan Guru, dan Skema Pengajaran Bahasa Asing

Dirinya mengaku mengirimkan 39 artikelnya di media massa nasional. Baik versi cetak maupun online."Itu untuk yang dimuat di tahun 2025 saja," tandasnya.

Bakat menulisnya diakui tidak datang tiba-tiba. Mulai merasakan hobi menulis sejak awal kuliah. "Karena kuliah di Surabaya harus mandiri, cari uang lewat tulisan," kisahnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X