SketsaNusantara.id - Puncak peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2025 Kementerian Agama Rl digelar di Gedung Sasana Krida TMll Cipayung Jakarta, Sabtu 6 Desember 2025, malam. Acara mengambil tema Doa Guru dan Donasi Untuk Negeri.
Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar beserta jajaran nampak hadir. Termasuk perwakilan guru madrasah dan pendidikan agama Islam (PAl) dari seluruh wilayah di lndonesia.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan istigosah. Acara juga memberikan anugerah kepada 21 guru dan pengawas pendidikan agama Islam (PAl) berprestasi dari seluruh lndonesia.
Salah satu guru PAl yang menerima anugerah adalah Mukani. Guru yang bertugas di SMAN 1 Jombang ini dinobatkan juara kedua kategori karya jurnal ilmiah PAI.
Dia tidak menyangka jika dirinya lolos menerima apresiasi ini. "Persiapan saya untuk seleksinya memang mendadak," ujarnya.
Anugerah ini, lanjutnya, tindak lanjut dari Anugerah Guru Teladan
Literasi yang sudah diterimanya. "Tahun 2024 kemarin penghargaan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur," imbuh pria yang juga dosen STAI Darussalam Nganjuk ini.
Pada anugerah ini, dia mengaku tidak hanya menyetorkan karya ilmiah berupa buku. "Kalau hanya menulis 45 judul buku ber-ISBN, itu sudah banyak yang bisa, apalagi berupa antologi," ujarnya.
Tapi dia menekankan perlunya buku karya guru diberi kata pengantar dari profesor. lni sebagai justifikasi ilmiah dari pihak ahli kompeten terhadap isi buku yang ditulis guru. "Alhamdulilah, sudah tujuh buku saya diberi kata pengantar
profesor," tambahnya.
Pria alumni Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak Jombang ini mengaku juga menyerahkan 29 artikel di jurnal ilmiah. Bahkan tiga artikelnya sudah dimuat di jurnal Sinta-2. "Ini keunikannya, tulisan guru lolos di jurnal Sinta-2, di lndonesia jumlahnya bisa dihitung dengan jari," urainya.
Dirinya mengaku mengirimkan 39 artikelnya di media massa nasional. Baik versi cetak maupun online."Itu untuk yang dimuat di tahun 2025 saja," tandasnya.
Bakat menulisnya diakui tidak datang tiba-tiba. Mulai merasakan hobi menulis sejak awal kuliah. "Karena kuliah di Surabaya harus mandiri, cari uang lewat tulisan," kisahnya.
Artikel Terkait
Terbiasa Menulis Buku dan Opini, Guru PAI SMAN 1 Jombang Ini Dinobatkan Sebagai Guru Teladan Literasi Tingkat Provinsi