SketsaNusantara.id - PT Toba Pulp Lestari (INRU) didiga menjadi biang keladi atas musibah banjir yang ada di Pulau Sumatra.
Peristiwa banjir dengan banyaknya kayu gelondongan di wilayah Sumatra diduga adalah ulah dari PT Toba Pulp Lestari.
Tudingan itu terarah lantaran perusahaan ini memproduksi bubur kertas dan juga serat rayon dari kayu.
Namun belakangan manajemen dari PT Toba Pulp Lestari memberikan klarifikasi terkait tudingan yang mengarah kepadanya.
Pihaknya menyebut bahwa aktivitas bisnis PT Toba Pulp Lestari sudah sesuai koridor hukum dan taat terhadap peraturan yang berlaku.
Selain itu, perusahaan juga menolak tuduhan kegiatan mereka menjadi pemicu kerusakan lingkungan dan juga pencemaran.
Baca Juga: Siapa Ferry Irwandi? Inilah Konten Kreator Penggalang Dana Banjir Sumatra Capai Rp10 M dalam 24 Jam
Profil PT Toba Pulp Lestari
Diketahui bahwa PT Toba Pulp Lestari TBK sebelumnya bernama PT Inti Indorayon Utama (INRU).
PT Inti Indorayon Utama diketahui berdiri pada 26 April 1983 di Sumatra Utara dan didirikan oleh seorang pengusaha bernama Sukanto Tanoto.
Pada tahun 1990-an, perusahaan ini melakukan penawaran umum perdana (IPO) dan itulah penyebab kode INRU masih dipakai meski nama perusahaan sudah berubah.
Dalam perjalanannya, perusahaan ini seringkali mengalami konflik agraria dengan masyarakat sekitar.