SketsaNusantara.id — Di tengah melonjaknya penggunaan layanan perbankan digital, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperketat strategi perlindungan data serta mengedukasi nasabah mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan informasi pribadi. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya berbagai modus kejahatan siber yang menyasar pengguna layanan digital perbankan.
Sebagai salah satu bank terbesar dengan jutaan pengguna layanan digital, BRI menegaskan bahwa keamanan data merupakan fondasi utama dalam menciptakan transaksi yang aman dan nyaman. Nasabah pun diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tidak memberikan informasi sensitif seperti Personal Identification Number (PIN), password, maupun One Time Password (OTP) kepada pihak mana pun.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyatakan bahwa penguatan keamanan siber terus dilakukan bersamaan dengan peningkatan kualitas layanan digital. Edukasi kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dari upaya pencegahan agar nasabah tidak menjadi korban rekayasa sosial (social engineering).
“Keamanan dan kenyamanan nasabah merupakan prioritas utama BRI. Kami mengajak seluruh nasabah untuk selalu berhati-hati terhadap pesan atau tautan mencurigakan, serta tidak membagikan data transaksi yang bersifat rahasia seperti PIN atau OTP kepada pihak mana pun,” ujar Dhanny.
Ia menambahkan bahwa nasabah juga perlu menerapkan kebiasaan keamanan digital secara konsisten. Misalnya, menggunakan kata sandi yang kuat, tidak memakai kombinasi yang mudah ditebak seperti tanggal lahir, serta memperbarui PIN dan password secara berkala. Dengan langkah sederhana tersebut, risiko penyalahgunaan data dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, BRI mendorong nasabah agar memaksimalkan berbagai fitur keamanan yang telah disediakan dalam layanan digital perseroan. Beberapa di antaranya adalah autentikasi biometrik, verifikasi dua langkah (Two-Factor Authentication/2FA), pembaruan aplikasi secara berkala, hingga aktivasi notifikasi transaksi. Fitur-fitur ini menjadi tameng penting yang membantu mengamankan akun dan aktivitas keuangan nasabah.
“Di tengah meningkatnya risiko kejahatan digital, seluruh fitur keamanan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal. Ini menjadi bagian dari penguatan kontrol untuk menjaga transaksi digital tetap aman,” imbuh Dhanny.
Sebagai bentuk perlindungan tambahan, BRI juga mengingatkan nasabah agar selalu mengakses layanan melalui saluran resmi. Kanal yang direkomendasikan meliputi situs [www.bri.co.id](http://www.bri.co.id) serta akun media sosial terverifikasi seperti Instagram @bankbri_id, Facebook BANK BRI, Twitter/X @BANKBRI_ID, @promoBRI, @kontakBRI, dan TikTok @bankbri_id. Dengan menggunakan kanal resmi, nasabah terhindar dari risiko penipuan berkedok layanan pelanggan palsu.
Untuk kebutuhan pengaduan atau bantuan layanan, nasabah dapat menghubungi Contact BRI di 1500017 atau berinteraksi melalui WhatsApp asisten virtual SABRINA di 0812 1214 017. BRI memastikan seluruh layanan ini dikelola secara aman dan terintegrasi guna meminimalkan potensi penyalahgunaan informasi.
Melalui rangkaian edukasi dan penguatan sistem ini, BRI menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan transaksi serta memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh nasabah di era digital yang serba cepat dan rentan terhadap serangan siber.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih Lewat lewat AgenBRILink, Hadirkan Akses Keuangan hingga ke Wilayah 3T
BRImo Tembus 44,4 Juta Pengguna! Transaksi Harian Capai Rp25 Triliun, Bukti Transformasi Digital BRI Kian Dekat dengan Rakyat
Asta Cita dan UMKM: Cara BRI Mendorong Pemerataan Ekonomi Nasional Lewat Desa BRILiaN, Klaster Usaha, dan Platform Digital
Kinerja Holding Ultra Mikro BRI, Salurkan Pembiayaan Rp632,1 Triliun kepada 34,5 Juta Debitur, Genjot Simpanan Mikro Nasional
BRI Perkuat Gerakan Daur Ulang Lewat RVM di KOPLING 2025, Didukung Menteri UMKM dan Raffi Ahmad
BRI Pimpin Sindikasi Pembiayaan BRI SSMS Rp5,2 Triliun, Dorong Ekspansi Industri Sawit dan Penguatan Agribisnis Nasional