Minggu, 19 Juli 2026

Anthony Budiawan Jelaskan Risiko Nyata di Balik Wacana Redenominasi

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Selasa, 25 November 2025 | 21:00 WIB
Ilustrasi mengenai wacana redenominasi rupiah. (Pexels/Polina Tankilevitch)
Ilustrasi mengenai wacana redenominasi rupiah. (Pexels/Polina Tankilevitch)

Kondisi tersebut dapat menimbulkan tekanan pada kelompok masyarakat tertentu. Ia menilai bahwa pembulatan harga dapat memengaruhi daya beli kelompok berpendapatan rendah. “Tidak semua harga yang naik itu masuk hitungan sebagai IHK, nah ini yang lebih dikhawatirkan,” lanjutnya.

Ia juga menyebut kemungkinan meningkatnya tingkat kemiskinan jika pembulatan harga terjadi. Menurutnya, proses penyesuaian dapat memengaruhi pola belanja masyarakat. Ia menilai bahwa dampak tersebut harus diperhitungkan dalam perencanaan jangka panjang. Ia menegaskan perlunya perhitungan mendalam sebelum kebijakan dijalankan.

Dalam bagian lain, Anthony menyinggung potensi bahwa wacana tersebut hanya menjadi pengalihan. Ia menjelaskan bahwa isu tertentu kerap muncul tanpa urgensi yang jelas. “Kita di Indonesia ini kalau saya perhatikan banyak sekali sesuatu itu hanya untuk pengalihan-pengalihan,” kata Anthony.

Ia juga menyebut bahwa proses redenominasi memerlukan waktu panjang. Menurutnya, peraturan khusus menjadi dasar sebelum kebijakan dijalankan. Ia menyebut bahwa pelaksanaannya dapat memakan waktu bertahun-tahun. Bank Indonesia sebelumnya juga memberi sinyal bahwa proses tersebut belum akan dilakukan.

Anthony menyebut bahwa BI masih menilai waktunya belum tepat. “Bank Indonesia sendiri kalau nggak salah juga mengatakan kalau ini (redenominasi) belum lah, masih jauh dan sebagainya,” ujarnya.

Anthony menilai bahwa pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menjelaskan bahwa kesiapan sistem dan regulasi adalah faktor utama.

Ia juga menyebut bahwa pembahasan hanya menjadi bagian dari wacana yang belum memiliki urgensi teknis. “Jadi, seolah-olah BI justru menyangkal. Kasarnya jangan dibahas dulu karena ini masih jauh,” tukasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X