SketsaNusantara.id – Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid memperingatkan potensi terjadinya letusan besar yang terjadi pada Gunung Semeru. Hal itu setelah terjadinya erupsi berupa awan panas secara beruntun sejak tanggal 19 November 2025.
“Awan panas yang terjadi merupakan awan panas secara beruntun. Bukan kejadian tunggal atau sekali kejadian,” tandas Wafid saat menggelar konferensi pers secara online, Kamis 20 November 2025.
Dengan demikian, kata Wafid, status Gunung Semeru yang semula pada level III (siaga) dinaikkan menjadi level IV (awas).
Baca Juga: Kejanggalan Letusan Gunung Semeru Menurut Pakar Vulkanologi Surono, Berdampak Besar Pada Masyarakat
Dia memaparkan, dari pengamatan visual dan instrumental (dukungan peralatan), sudah terjadi 10 kali letusan sebelum tanggal 19 November 2025. Letusan itu, kata dia, mengeluarkan asap dengan tinggi kurang lebih 200-600 meter. Namun, lanjutnya, letusan pada tanggal 19 November lalu tertinggi sampai dua ribu meter.
“Kalau dilihat dari aktivitas mungkin letusan masih terjadi secara fluktuatif. Jadi kami terus mengevaluasi aktivitas gunung merapi dengan level empat setiap 6 jam sekali,” terang Wafid.
Disebutkan, perkembangan pemantauan terutama abu yang terlontarkan akibat letusan, guguran lava, dan gempa-gempa seismik.
Baca Juga: Gladak Perak Lumajang Dibersihkan Usai Tertutup Abu Vulkanik Erupsi Gunung Semeru
Ia juga mengingatkan, meski saat ini terjadi tren penurunan namun tidak tertutup kemungkinan terjadi lagi mengeluarkan awan panas. Dijelaskan, hal itu menyusul adanya proses geologi dan suplei magma yang terus berkembang.
“Meski sudah didukung peralatan yang memadai, namun beberapa hasil pemantauan tidak terlalu signifikan,” sebutnya.
Atas kondisi ini, pihaknya mengimbau masyarakat atau wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di sepanjang daerah Besuk Kobokan.
“Kami ingatkan kepada masyarakat maupun pengunjung tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru. Karena rawan terhadap lontaran batu akibat letusan,” pintanya.
Pihaknya mengingatkan kembali agar jangan pernah mencoba untuk main-main dengan awan panas. Sebab, katanya, itu bukan kabut biasa.
Artikel Terkait
5 Fakta Erupsi Gunung Semeru, 178 Pendaki Terjebak di Ranu Kumbolo hingga Status Tanggap Darurat di Lumajang
Tidak Patut Ditiru! Viral Video Warga Abadikan Detik-Detik Erupsi Gunung Semeru dari Dekat, Badan Geologi Ingatkan Bahaya Terkena Paparan Awan Panas
Hampir Setiap Tahun? Jejak Erupsi Gunung Semeru, Meletus Sejak 1818 hingga Picu Awan Panas dengan Jangkauan 10 Kilometer