SketsaNusantara.id - PMR Wira SMKN 5 Jember berkomitmen meningkatkan frekuensi kegiatan donor darah menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Langkah ini menandai perubahan signifikan dari agenda sebelumnya yang hanya dilaksanakan satu kali setiap tahun. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kontribusi nyata siswa dalam memenuhi kebutuhan darah Palang Merah Indonesia (PMI) serta menguatkan budaya kepedulian di lingkungan sekolah.
Ketua PMR Wira SMKN 5 Jember, Devina Dwinda Arifa, menyampaikan tekad tersebut usai pelaksanaan donor darah pada Selasa, 18 November 2025, di Aula SMKN 5 Jember. Menurutnya, antusiasme warga sekolah mendorong PMR untuk memperluas skala kegiatan sosial ini.
“Selama ini kami adakan donor darah setahun sekali. Ke depan, kami ingin mengusahakan kegiatan ini bisa dilakukan dua sampai tiga kali setahun, bahkan bila memungkinkan lebih sering,” ujar Devina.
Baca Juga: Menggetarkan! Pria Surabaya Donor Darah 50 Kali, PMI Beri Penghargaan Istimewa
Antusiasme itu tampak dari tingginya minat guru dan siswa untuk berpartisipasi. Salah satu yang turut mendonorkan darahnya adalah Eva Marie Susanti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Waka Humas). Ia menuturkan bahwa donor darah bukan hal baru baginya.
“Alhamdulillah bisa ikut donor darah di sekolah. Biasanya saya donor di Gerai Donor PMI yang ada di depan SMKN 5 Jember,” kata Eva Marie.
Sementara itu, guru SMKN 5 Jember lainnya, Ninit Kurniawati Rachman, mengaku telah menjadi pendonor sejak duduk di bangku SMA. Meski tidak selalu rutin, ia memperkirakan telah mendonorkan darahnya sekitar 15 kali.
“Saya sudah lama donor, sejak remaja. Tapi memang tidak selalu bisa setiap periode,” jelasnya.
Dalam kegiatan kali ini, proses donor darah tetap dilakukan melalui prosedur seleksi ketat untuk memastikan kesehatan calon pendonor. Pembina PMR Wira SMKN 5 Jember, Arum Agustina, menegaskan bahwa screening kesehatan menjadi tahap wajib demi kualitas darah yang disumbangkan.
“Semua pendonor wajib mengikuti pemeriksaan terlebih dahulu. Prosedurnya sesuai standar PMI, dan itu penting untuk menjaga keamanan donor maupun penerima,” terang Arum.
Baca Juga: Cara Unik Warga NU Rambipuji Menjaga Stok Darah di PMI, Wujudkan Kebersamaan demi Kesehatan
Dari total 30 calon pendonor, hanya 17 orang yang dinyatakan lolos screening dan dapat mendonorkan darahnya. Sementara itu, 13 orang lainnya harus ditunda karena alasan kesehatan tertentu.
Rencana peningkatan frekuensi donor darah ini diharapkan tidak hanya memperkuat stok darah PMI Kabupaten Jember, tetapi juga menanamkan kesadaran kemanusiaan kepada para siswa sejak dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya kesehatan dan solidaritas sosial.
Artikel Terkait
Donor Darah Mahasiswa UNEJ Berhasil Himpun 28 Kantong, PMI: 'Ini Merupakan Kontribusi Nyata Fakultas Teknik'
PMI Jember Kerahkan Dua Relawan Satgana, Bantu Proses Pencarian Pelajar Hanyut di Bedadung
Pemkab Jember Berikan Bantuan Pelampung Kepada 8 Unit KSR PMI Jember
2 Hari Pelatihan di Puger dan Gumukmas, PMI Jember Bentuk Generasi Muda Tangguh Bencana
Warga Kalisat Sumbang 52 Kantong Darah, PMI Jember Apresiasi Antusiasme dan Rutinan Donor di Kecamatan
Semangat Hari Korpri, ASN Polres Jember Buktikan Kepedulian dengan Donor Darah, 17 Kantong Tersalurkan ke PMI