Minggu, 19 Juli 2026

2 Hari Pelatihan di Puger dan Gumukmas, PMI Jember Bentuk Generasi Muda Tangguh Bencana

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 8 November 2025 | 18:17 WIB
 PMI Jember menggelar kegiatan orientasi pendidikan kebencanaan menggunakan modul Ayo Siaga Bencana (ASB) di kecamatan puger dan gumukmas. (Dok. PMI Jember)
PMI Jember menggelar kegiatan orientasi pendidikan kebencanaan menggunakan modul Ayo Siaga Bencana (ASB) di kecamatan puger dan gumukmas. (Dok. PMI Jember)

SketsaNusantara.id - Upaya memperkuat kesiapsiagaan di daerah rawan bencana terus dilakukan.

Selama dua hari, mulai Sabtu 8 November 2025, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menggelar orientasi pendidikan kebencanaan bagi pelajar tingkat menengah pertama.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) atau Palang Merah Jepang.

Baca Juga: Pemkab Jember Berikan Bantuan Pelampung Kepada 8 Unit KSR PMI Jember

Kegiatan yang menggunakan modul Ayo Siaga Bencana (ASB) ini dilaksanakan serentak di dua lokasi, yaitu Kecamatan Puger dan Kecamatan Gumukmas.

Di Puger, pelatihan berlangsung di aula SMP Negeri 1 Puger, diikuti 165 peserta dari tujuh sekolah. Sementara itu, di SMP Negeri 1 Gumukmas, sebanyak 72 pelajar dari tiga sekolah turut ambil bagian.

Latih Kepedulian dan Kesiapsiagaan sejak Dini

Ketua PMI Jember, Zainollah, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan pentingnya membangun semangat kepedulian dan tanggap terhadap bencana sejak usia muda.

Baca Juga: PMI Jember Kerahkan Dua Relawan Satgana, Bantu Proses Pencarian Pelajar Hanyut di Bedadung

“Saya berharap adik-adik semangat mengikuti pelatihan, ini juga agar jiwa kita memiliki kepedulian pada sesama,” kata Zainollah di lokasi kegiatan.

Orientasi ini ditujukan untuk memperkuat pengetahuan siswa Palang Merah Remaja (PMR) mengenai langkah-langkah menghadapi bencana.

Materi pelatihan mencakup pemahaman risiko bencana di lingkungan sekitar, cara pertolongan pertama, hingga strategi evakuasi aman.

PMI Jember menilai, pendidikan kebencanaan di tingkat sekolah menjadi langkah penting karena wilayah Kabupaten Jember termasuk salah satu daerah dengan potensi bencana cukup tinggi, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

Dengan pelatihan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi agen kesiapsiagaan di lingkungannya masing-masing.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X