Kamis, 4 Juni 2026

Apa Itu Hari Toleransi Internasional 16 November 2025? Berikut Cara Merayakan dan Alasan Peringatan Global Ini Semakin Penting

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Minggu, 16 November 2025 | 07:30 WIB
Ilustrasi pentingnya memperingati Hari Toleransi Internasional 16 November 2025. (Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)
Ilustrasi pentingnya memperingati Hari Toleransi Internasional 16 November 2025. (Pexels/Anastasiya Lobanovskaya)

SketsaNusantara.id - Setiap tahun, dunia memperingati Hari Toleransi Internasional pada 16 November. Peringatan ini hadir sebagai pengingat bahwa hidup berdampingan bukan sekadar slogan.

Di tengah maraknya konflik identitas, ujaran kebencian, dan polarisasi politik, isu toleransi kerap menjadi titik paling rapuh dalam hubungan antarwarga.

Oleh sebab itu, momentum peringatan Hari Toleransi Internasional kembali relevan, termasuk bagi Indonesia yang terus membangun ruang aman bagi keberagaman.

Baca Juga: Membanggakan! Bahasa Indonesia Resmi Digunakan dalam Sidang Umum UNESCO, Menteri Abdul Mu’ti Berpidato dengan Berpantun

Pada 2025, peringatan ini terasa semakin mendesak. Arus informasi bergerak cepat. Perdebatan kecil dengan mudah berubah menjadi kebencian kolektif. Media sosial memperkuat suara ekstrem.

Dalam situasi seperti ini, toleransi bukan sekadar ajakan moral, tetapi kebutuhan sosial. Ketika masyarakat gagal menjaga ruang dialog, yang muncul adalah kecurigaan dan ketegangan.

Hari Toleransi Internasional mengajak publik berhenti sejenak. Mengajak kita menilai ulang cara kita berhubungan dengan orang lain. Apakah kita benar-benar memahami perbedaan? Atau hanya menoleransinya sejauh tidak mengganggu kenyamanan diri sendiri?

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Seputar Wayang, Warisan Budaya Indonesia yang Diakui UNESCO sebagai Karya Kebudayaan yang Mengagumkan

Apa Itu Hari Toleransi Internasional?

Dilansir dari situs UNESCO, Hari Toleransi Internasional adalah hari peringatan yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Momen ini pertama kali dideklarasikan pada 1995, bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-50 UNESCO. Mengutip dokumen UNESCO Declaration of Principles on Tolerance (1995), toleransi dimaknai sebagai “rasa hormat, penerimaan, dan apresiasi terhadap keragaman budaya dunia.”

Prinsip ini menekankan bahwa toleransi bukan sikap pasif. Toleransi adalah kemampuan aktif untuk mengakui hak orang lain untuk berbeda.

Deklarasi ini menjadi salah satu sumber kredibel yang sering dijadikan dasar dalam kajian budaya dan pendidikan.

UNESCO menegaskan bahwa toleransi adalah fondasi dasar bagi perdamaian global. Tanpa toleransi, sistem demokrasi dan kehidupan sosial mudah retak. Di sinilah relevansi Hari Toleransi Internasional mendapatkan pijakannya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Sumber: Unesco.org

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X