Marsinah terbunuh di tengah rezim otoriter Soeharto yang dikenal represif terhadap gerakan buruh dan aktivis.
Kasusnya merupakan salah satu sejarah paling gelap dari pelanggaran HAM masa Orde Baru, yang hingga kini belum tuntas diungkap dan diadili.
Penyematan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah dianggap sebagai pengakuan atas perjuangannya, namun ketika gelar tersebut diberikan bersamaan dengan Soeharto, kritik pedas pun tak terhindarkan.
Maayarakat mempertanyakan logika negara yang menempatkan sang korban yakni Marsinah dan simbol kekuasaan yang diduga menindas korban yakni Soeharto pada level kehormatan yang sama.
Warganet menilai tindakan negara ini sebagai sebuah tindakan yang tidak manusiawi, pemberian gelar kepada Soeharto dianggap sebagai pengkhianatan terhadap upaya penuntasan kasus HAM berat.
Banyak yang menduga bahwa gelar Marsinah hanya berfungsi sebagai gimmick politik untuk meredam kritik publik terhadap penganugerahan gelar untuk Soeharto.
Seolah-olah, gelar Marsinah digunakan untuk 'menghapus dosa' Soeharto di masa lalu atau white washing sejarah.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Bahlil Lahadalia Usul Semua Mantan Presiden Dapat Gelar Pahlawan Nasional: Tak Ada Manusia yang Sempurna
Ucapan Hari Pahlawan Nasional Tahun 2025, Kalimat Istimewa untuk Caption Terbaik di Media Sosial
Surya Paloh Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Titiek Soeharto Sebut Hanya 1 Fraksi yang Masih Menolak
Gus Dur dan Pahlawan Nasional
10 Tokoh yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional, Ada Soeharto, Gus Dur hingga Marsinah