SketsaNusantara.id - Pesulap Merah tiba-tiba bersuara terkait kasus tayangan Trans7 yang dinilai menyudutkan pesantren dan kiai.
Pesulap dengan nama asli Marcel Radhival ini menberikan tanggapan terkait pernyataan salah satu alumni santri pesantren Lirboyo yang melakukan mediasi dengan Trans7 beberapa waktu lalu.
Dalam Instagramnya, ia menyoroti pernyataan Ustadz Harus Arrosit, alumni pesantren Lirboyo asal Banyuwangi yang sempat menyinggung soal santet dalam pertemuan dengan pihak Trans7.
Baca Juga: Dianggap Membela Trans7, Konten Kreator Stevanus Revaldo di Geruduk Banser NU Jember
“Di luar topik pro-kontra pemberitaan Trans7, stop nakut-nakutin masyarakat pake kebodohan santet,” tulisnya sebagaimana dikutip SketsaNusantara.id dari Instagram @marcelradhival1.
Pesulap Merah juga kembali mengungkit tragedi pembantaian dukun santet di Banyuwangi yang terjadi hampir 18 tahun yang lalu.
“Nggak sadar atau nggak tau si dah perihal fitnah tragedi pembantaian dukun santet 1998-1999 di Banyuwangi, itu sampai sekarang banyak keluarga korban yang masih nuntut keadilan akibat keluarganya melayang nyawa karena kena fitnah di tragedi itu,” tulisnya lagi.
Pernyataan Alumni Santri Pesantren Lirboyo asal Banyuwangi
Dikutip dari akun Facebook info bwi24jam, pada 14 Oktober 2025, digelar aksi protes oleh Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) di kantor Transmedia Surabaya.
Alumni santri ponpes Lirboyo asal Banyuwangi juga turut serta dalam aksi yang memprotes tayangan dalam program Xposed Uncensored tanggal 13 Oktober 2025.
Ustadz Harun Arrosit, salah satu alumni asal Banyuwangi bersama perwakilan yang diterima dalam sesi mediasi bersama jajaran Transmedia ini berkesempatan menyampaikan rasa kecewanya atas tayangan tersebut.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Kematian Mahasiswa Udayana Lewan Kesaksian Sang Ibu, Sempat Bersikap Ganjil selama 5 Bulan Terakhir
Purbaya Yudhi Sadewa Geram! 2 Hari Dibuka, 'Lapor Pak Purbaya' Terima 15 Ribu Aduan, 10 Kasus Bea Cukai Langsung Ditindak
Prabowo Setuju Bensin Dicampur Etanol, Pertamina Siap Jalan tapi DPR Ingatkan soal Risiko Mesin
Menkes Budi Ungkap 40–50 Persen Masalah Kesehatan Bisa Selesai jika Program Makan Bergizi Gratis Berhasil
Ditjen Dikti Kutuk Keras Aksi Dugaan Bullying di Universitas Udayana yang Tewaskan Mahasiswa Timothy Anugerah Saputra, Serukan Pernyataan Tegas Ini
Mahfud MD Sentil KPK Usai Diminta Bikin Laporan Soal Dugaan Mark Up Whoosh, Eks Menko Polhukam: Agak Aneh
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Berhasil Ringkus Pelaku Pembuang Bayi Perempuan di Jember, Masih Berstatus Pelajar SMA?