Kamis, 4 Juni 2026

Update Kasus Tampar Siswa di Lebak: Setelah Heboh dan Kepala Sekolah Dinonaktifkan, Akhirnya Damai di Meja Gubernur

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Momen kepala sekolah Dini Fitria (kanan) dengan siswanya Indra Lutfiana Putra sepakat berdamai setelah melalui proses mediasi.  (Instagram/andrasoni12)
Momen kepala sekolah Dini Fitria (kanan) dengan siswanya Indra Lutfiana Putra sepakat berdamai setelah melalui proses mediasi. (Instagram/andrasoni12)

Kepala sekolah Dini Fitria, yang tengah berkeliling memantau, melihat salah satu siswanya merokok di area belakang sekolah.

“Tujuan kegiatan itu untuk membentuk karakter anak peduli lingkungan. Tapi yang mengganggu mata saya adalah anak yang merokok,” ujar Dini kepada wartawan pada 14 Oktober 2025.

Dini kemudian menegur siswa tersebut. Namun, siswa yang dimaksud sempat membantah.

Baca Juga: 5 Poin Klarifikasi Jennifer Coppen soal Pengasuh Kamari Usai Viral di Medsos, Pacar Justin Hubner Bongkar Tabiat Mantan Karyawan yang Bikin Sakit Hati

Dini mengaku kembali melihat siswa itu merokok dan merasa kecewa karena dianggap berbohong.

“Yang membuat saya marah itu karena berbohong,” ucapnya.

Saat itulah terjadi teguran keras hingga kontak fisik ringan. Kejadian ini memicu gelombang reaksi dari kalangan pelajar.

Baca Juga: Trans7 Kembali Minta Maaf atas Tayangan tentang Pesantren yang Viral hingga Tindak Tegas Rumah Produksi

Lebih dari 630 siswa memilih mogok sekolah pada Senin 13 Oktober 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap kepala sekolah mereka.

Meski demikian, kegiatan guru di sekolah tetap berlangsung normal.

“Tentu ini enggak benar. Tapi kami semua tetap bekerja. Kami ASN, tugasnya melayani,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Banten kemudian turun tangan. Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah menyebut penonaktifan sementara dilakukan untuk menjaga suasana kondusif di lingkungan pendidikan.

“Sekarang sudah harus nonaktif, tidak boleh tawar-tawar lagi. Ganti Plt sekalian diproses,” ujarnya kepada wartawan.

Dimyati menegaskan, keputusan itu merupakan bagian dari investigasi.

“Apapun penyebabnya, kepala sekolah tetap kita beri sanksi dulu nonaktif, baru dilakukan investigasi. Nanti hasilnya kita perbaiki,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X