Minggu, 19 Juli 2026

BRI Dukung Penuh Realisasi Target 3 Juta Rumah Nasional Lewat Kredit Program Perumahan di Medan

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 10:30 WIB
Momen penyerahan kunci FLPP (Dok. BRI)
Momen penyerahan kunci FLPP (Dok. BRI)

Baca Juga: Manjakan Nasabah Penggemar Olahraga Padel, BRI Gelar Program Diskon hingga BRImo SIP Padel Series 2025

“Program Tiga Juta Rumah berkontribusi sekitar dua persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selain memperkuat sektor properti, program ini juga menyerap tenaga kerja dari berbagai bidang,” jelas Tito.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution menyoroti backlog hunian regional yang masih tinggi, yaitu 938.217 rumah tangga belum memiliki rumah tetap layak.

“Masih banyak masyarakat kita yang belum memiliki rumah layak huni. Tambahan kuota program 3 Juta Rumah ini menjadi dorongan besar agar semakin banyak warga Sumut yang bisa menikmati hunian yang layak dan terjangkau,” tegasnya.

Baca Juga: BRI Hadirkan Konser Babyface di Jakarta, Tawarkan Diskon 25% Lewat BRImo untuk Pengalaman Musik Kelas Dunia

Penyaluran KPP dilaksanakan melalui dua jalur, pertama sisi supply dengan memperkuat pelaku UMKM seperti pengembang, kontraktor, dan pemasok bahan bangunan untuk meningkatkan kapasitas penyediaan rumah.

Selain itu, dari sisi permintaan, BRI memberikan pembiayaan kepada individu atau UMKM untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah sekaligus bisa digunakan sebagai usaha.

Hery juga menyoroti capaian BRI dalam KPR FLPP: hingga 7 September 2025, BRI telah menyalurkan 25.080 unit rumah atau 100% dari kuota yang dialokasikan. Hal ini menjadikan BRI sebagai bank Himbara dengan penyerapan FLPP tertinggi.

Baca Juga: KPK Turun Tangan Kawal Program Makan Bergizi Gratis Prabowo, Soroti Celah Rawan dan Efektivitas di Lapangan

“Alokasi kuota FLPP BRI di tahun 2025 juga meningkat signifikan, dari 17.000 unit pada tahun 2024 menjadi 25.000 unit pada tahun 2025 atau tumbuh 47% YoY,” katanya.

Menurut Hery, keberhasilan tersebut bergantung pada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, pengembang, asosiasi, dan masyarakat.

“Hari ini, dari Medan, kita menyuarakan semangat kolaborasi nasional melalui partisipasi 3.000 peserta, terdiri dari developer, kontraktor, pedagang bahan bangunan, dan UMKM. Semangat gotong royong ini menjadi kunci agar backlog perumahan dapat kita kurangi bersama,” pungkasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.idKlik di sini!

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X