Kamis, 4 Juni 2026

Respons Presiden Prabowo terhadap Permintaan Maaf Erick Thohir Usai Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:30 WIB
Erick Thohir dan Prabowo  (Instagram @erickthohir)
Erick Thohir dan Prabowo (Instagram @erickthohir)

SketsaNusantara.id - Kegagalan Timnas pada round 4 membuat Erick Thohir sebagai Ketum PSSI harus meminta maaf pada Presiden Prabowo Subianto.

Pada saat Timnas berlaga di round 4 dan mengalami kekalahan, Prabowo sedang menghadiri KTT Gaza di Mesir.

Prabowo kembali ke tanah air pada Rabu, 15 Oktober 2025 dan langsung disambut permintaan maaf dari Erick Thohir sebab langkah Timnas ke Piala Dunia 2026 terhenti sampai di sini.

Baca Juga: Terungkap, Siapa ‘Eric’ yang Diminta Prabowo Temui Donald Trump saat Mic Bocor di KTT Gaza

Seperti dilansir dari SketsaNusantara.id, atas laporan Erick Thohir tersebut Prabowo memberikan tanggapan sebagaimana yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

"Kembalinya bapak presiden dari lawatan langsung mengadakan rapat dengan beberapa menteri diantaranya dengan Menteri Olahraga (Erick Thohir)," ungkap Prasetyo Hadi.

"Melaporkan kepada bapak presiden sekaligus memohon maaf bahwa Timnas kita belum berhasil lolos ke piala dunia 20026," imbuhnya.

Bahwa Erick Thohir selaku Ketum PSSI sekaligus Menteri Olahraganya menyampaikan laporan sekaligus permintaan maaf bahwa pada akhirnya Timnas Indonesia tidak lolos Piala Dunia 2026.

"Bapak presiden merasa berat hati menerima kenyataan bahwa kita belum berhasil lolos tapi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan beliau menyampaikan untuk berusaha kembali," tegasnya.

Menurut Prasetyo Hadi, Prabowo menyampaikan rasa kecewanya sebagai Gimana tak lolos Piala Dunia 2026 namun juga dorongan untuk tak patah semangat dan terus berusaha.

Sebab setelah ini akan ada 2 even besar dunial lainnya yakni Piala Asia 2027 serta Olimpiade 2028.

Meskipun kecewa, Presiden Prabowo meminta agar kegagalan ini dijadikan pembelajaran dan mendorong adanya perbaikan sistem olahraga yang lebih baik di masa depan.

Termasuk rencana untuk mengembangkan akademi atau tempat penggemblengan khusus untuk cabang-cabang olahraga yang ditargetkan meraih medali di Olimpiade.***

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X