Sabtu, 18 Juli 2026

Terbaring Sakit, Penerima Honorarium Guru Ngaji Asal Antirogo Jember Dijenguk di Rumahnya

Photo Author
M Purnomo, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 11 Oktober 2025 | 13:52 WIB
Guru Ngaji yang sedang terbaring sakit. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)
Guru Ngaji yang sedang terbaring sakit. (M Purnomo/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Melaksanakan arahan Bupati Jember Mumammad Fawait, jajaran Kelurahan Antirogo menyerahkan bantuan honorarium guru ngaji secara langsung di rumah penerima, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Diketahui, salah seorang penerima bernama Ibu Siti Asiyah tengah akit dan tak bisa mengambil honor ecara langsung di kelurahan.

Lurah Antirogo, Teguh Tri Laksono, menjelaskan bahwa terdapat 59 guru ngaji yang mendapatkan honor sebagai pengajar ngaji di daerahnya.

Baca Juga: Dapat Upah Kecil Selama Mengajar, Guru Ngaji Asal Sugerkidul Terbantu Usai Terima Insentif

"Dari jumlah tersebut, satu orang tidak dapat hadir karena kondisi kesehatan," jelasnya.

Ibu Siti Asiyah adalah seorang lansia berusia 80 tahun yang masih aktif mengajar ngaji kepada anak-anak.

"Oleh karena itu, bersama dengan pendamping pengajar ngaji, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, serta perwakilan dari kesra, kami mengunjungi kediaman Ibu Siti Asiyah untuk menyerahkan honorarium tersebut," tambahnya.

Baca Juga: Salurkan Honor secara Terhormat, Pemkab Jember Gelar Pendataan Guru Ngaji Secara Terbuka

Teguh menambahkan bahwa penyerahan honor tersebut sesuai dengan arahan dari Gus Fawait.

"Harus tepat ditujukan, dan dengan cara yang terhormat. Oleh karena itu, kami langsung mengantarkannya," ungkap Teguh.

"Saya terkejut melihat Pak Lurah berkunjung bersama Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk menjenguk ibu saya yang sedang tidak sehat. Mereka datang untuk menyerahkan honorarium bagi guru ngaji," kata Abdullah saat diwawancarai oleh beberapa wartawan.

Baca Juga: Maksimalkan Penyaluran Honor Guru Ngaji, Kabag Kesra Minta Laporkan Oknum yang Lakukan Praktek Pungli

Abdullah menjelaskan bahwa ibu yang menerima honorarium guru ngaji tersebut adalah Siti Asiyah. Namun, karena kondisi sakitnya, Abdullah mengatakan bahwa Ibu Siti Asiyah tidak dapat mengambil honor secara langsung di kantor kelurahan.

Abdullah yang mewakili ibunya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Jember Gus Fawait. "Ini tentu sangat membantu dan mendukung kami, serta memberikan semangat lebih dalam mengajar karena pemerintah mulai memperhatikan kami," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X