Kamis, 4 Juni 2026

Dari Limbah Paralon Jadi Cuan Ekspor, BRI Dorong EANK Solo Tembus Pasar Asia dengan Inovasi Hijau

Photo Author
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 13:46 WIB
Berawal dari keluhan pecinta burung, EANK Solo dan BRI sukses ciptakan inovasi ramah lingkungan bernilai global (Dok. BRI)
Berawal dari keluhan pecinta burung, EANK Solo dan BRI sukses ciptakan inovasi ramah lingkungan bernilai global (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id -  Perjalanan sukses EANK Solo menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan dukungan yang tepat mampu mengubah limbah menjadi peluang emas.

UMKM yang dirintis oleh Eko S. Muryanto sejak 2014 ini berhasil menyulap pipa PVC bekas dan akrilik sisa industri menjadi sangkar burung serta akuarium berkualitas tinggi yang kini menembus pasar internasional.

Usaha ini lahir dari keresahan sederhana, keluhan para pecinta burung tentang sangkar yang mudah rusak dan dimakan tikus. Eko pun berinovasi menggunakan limbah paralon yang tak lagi terpakai, menciptakan produk yang tak hanya kuat dan tahan lama, tapi juga ramah lingkungan.

Baca Juga: Dorong Roda Ekonomi Nasional, Kredit Konsumer BRI Tumbuh Double Digit Capai Rp216 Triliun

“Limbah paralon yang sering dianggap sampah, ternyata bisa jadi bahan bernilai tinggi,” ujarnya.

Kini, produk EANK Solo telah menjadi incaran pasar di berbagai negara seperti Singapura, Taiwan, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Namun, perjalanan menuju kesuksesan tersebut tak lepas dari pendampingan dan dukungan berkelanjutan dari Bank BRI.

Sejak bergabung dengan Rumah BUMN BRI Solo pada 2016, Eko mengaku mendapat banyak pelajaran penting, mulai dari pengelolaan keuangan, strategi pemasaran digital, hingga branding produk.

Baca Juga: BRI Dorong UMKM Kuliner Asal Padang Perkuat Branding Menuju Pasar Global

“Dulu kami masih gaptek. Tapi setelah ikut pelatihan BRI, kami bisa promosi lewat e-commerce dan ikut pameran seperti BRI UMKM EXPO(RT),” ungkapnya.

Selain pelatihan, akses pembiayaan dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas produksi. Modal kerja dari KUR digunakan untuk membeli bahan baku dan memperluas kapasitas produksi.

“Prosesnya cepat, bunganya ringan, dan sangat membantu kami dalam menjaga arus kas,” tambah Eko.

Baca Juga: BRI Akselerasi Penyaluran KPR FLPP, Dukung Program 3 Juta Rumah dan Asta Cita Pemerintah

Dengan omzet stabil di kisaran Rp15–25 juta per bulan, EANK Solo kini tak hanya memberi manfaat ekonomi, tapi juga sosial. Usaha ini telah menyerap tenaga kerja lokal, melibatkan pengrajin rumahan dan tukang ukir dari lingkungan sekitar.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan komitmen BRI dalam memberdayakan UMKM agar naik kelas dan siap bersaing secara global.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X