Kamis, 4 Juni 2026

Polemik MBG Mencuat, DPRD Jember Beri Kritik Pedas ke SPPG: Masih Ada yang Belum Miliki Sertifikat Higienis dan Sanitasi

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 13:56 WIB
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto saat memimpin rapat. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Wakil Ketua DPRD Jember Widarto saat memimpin rapat. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Banyaknya kejadian pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, DPRD Jember memberikan atensi penuh terhadap polemik yang terjadi.

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto mengatakan, program MBG ini menjadi salah satu prioritas dari Presiden Prabowo Subianto dan setiap daerah ikut serta mendukung.

"Karena ini langkah yang bagus untuk mempersiapkan generasi emas 2045, kemudian memastikan generasi kita terpenuhi gizinya secara baik," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa 7 Oktober 2025.

Baca Juga: Soroti Pemenang Lelang Proyek Infrastruktur, Komisi C DPRD Jember Sebut Masih Ada Rekanan yang Tawar Harga di Bawah 80 Persen

"Dengan adanya MBG bila berjalan sepenuhnya, akan meningkatkan perputaran ekonomi yang sangat besar lebih dari 1 triliun per harinya," imbuhnya.

Terkait adanya problem seperti keracunan dan adanya penolakan dari siswa, Widarto mengkritik masih banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum siap dijalankan.

"Memang MBG ini menjadi naungan dari BGN, dan proses tata kelolanya akan turun minggu-minggu ini. Maka ini saja belum ada aturan yang jelas terkait tata kelolanya," paparnya.

Baca Juga: Datangi Komisi VI DPR RI, DPRD Jember Usulkan Adanya Perluasan Runway di Bandara Notohadinegoro

Widarto menegaskan, jika pelaksanaan MBG yang dijalankan oleh SPPG di Jember ini diyakini masih belum memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

"Kami meyakini masih belum ada yang memiliki sertifikat itu, apalagi sertifikat keamanan pangan bagi hampir seluruh SPPG di Jember," ungkapnya.

"Hal ini yang menyebabkan tata kelola MBG pasti memiliki banyak kekurangan. Karena jika hal ini diurus pasti akan mendapatkan visitasi, uji petik dan memastikan apakah standartnya sesuai, pengolahannya sesuai. Nah, ini menjadi pertanyaan kenapa kok belum? karena ini bagian dari quality control," tanyanya.

Baca Juga: Antisipasi Kebocoran PAD, DPRD Jember Minta Bapenda Benahi Lemahnya Realisasi PBB

Selanjutnya menurut Widarto, berkaitan dengan menu yang disajikan kepada anak-anak yang harus sesuai dengan santapan yang mereka familiar.

"Menu memang harus bervariasi, tetapi tetap dengan standart gizi yang baik. Dicek gizinya, jangan latah dengan menyajikan makanan yang kami dengar kemarin seperti burger, spageti," paparnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X