Kamis, 4 Juni 2026

Anggaran Makan Bergizi Gratis Terancam Dipangkas, Menkeu Purbaya Tantang Serapan hingga Akhir Oktober 2025

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Senin, 6 Oktober 2025 | 21:30 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram/menkeuri)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Instagram/menkeuri)

Ia menjelaskan bahwa pernyataan Luhut mungkin didasari data awal yang menunjukkan tren perbaikan. Namun, Kementerian Keuangan tetap akan melakukan verifikasi lapangan sebelum mengambil keputusan. “Itu berarti kan Pak Luhut sudah mengakses penyerapan anggarannya, berarti dia nilai itu sudah bagus semua,” kata Purbaya.

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Selain memperkuat gizi masyarakat, program ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui penyerapan bahan pangan lokal dan tenaga kerja. Berdasarkan laporan terakhir, sekitar 380 ribu tenaga kerja telah terserap dari implementasi program tersebut di berbagai daerah.

Luhut menyebut bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang diserap, tetapi juga dari efek berganda terhadap perekonomian masyarakat kecil.

Program ini dianggap mampu menciptakan rantai nilai baru antara petani, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha kecil.

Sementara itu, Kementerian Keuangan memastikan bahwa langkah evaluasi tidak dimaksudkan untuk menghentikan program. Fokus utama adalah memastikan efektivitas dan ketepatan sasaran agar setiap rupiah anggaran benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemerintah juga sedang menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) untuk memperjelas tata kelola pelaksanaan MBG antara pemerintah pusat dan daerah.

Dengan batas waktu evaluasi yang semakin dekat, seluruh kementerian dan lembaga pelaksana diharapkan mempercepat penyerapan dan realisasi di lapangan. Pemerintah menargetkan hasil evaluasi akan dimasukkan dalam laporan kinerja belanja kuartal IV-2025.

Langkah Menkeu Purbaya menandai arah baru pengawasan fiskal yang lebih ketat di tengah upaya menjaga kredibilitas anggaran negara.

Meski menimbulkan perbedaan pandangan, baik Purbaya maupun Luhut menegaskan bahwa tujuan akhirnya sama, memastikan program Makan Bergizi Gratis benar-benar bermanfaat bagi rakyat dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X