Kamis, 4 Juni 2026

Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk Gelar Workshop Menulis Buku dalam Festival Literasi Anjuk Ladang 2025

Photo Author
As'ad Choirudin, Sketsa Nusantara
- Minggu, 5 Oktober 2025 | 18:45 WIB
Mukani, salah satu pembicara Workshop Menulis Buku sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)
Mukani, salah satu pembicara Workshop Menulis Buku sedang menyampaikan materinya. (SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id — Komunitas Pegiat Literasi Nganjuk (Kopling) menggelar Workshop Menulis Buku, Minggu 5 Oktober 2025. Berlokasi di Gedung Mpu Sindok, kegiatan ini diikuti 60 peserta. Baik dari kalangan guru, siswa, dosen maupun pegiat literasi lainnya.

Agenda ini masuk rangkaian Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 kerja sama dengan Badan Bahasa Kemendikmen Rl. Hadir sebagai narasumber Mukani, penulis buku profesional bersertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Rl.

Kegiatan workshop dimulai dengan wisuda dari Sekolah Menulis Nganjuk angkatan lX. Sebanyak 13 dinyatakan sebagai wisudawan di tahun 2025 ini.

Baca Juga: 5 Pesan Prabowo Subianto dalam Upacara HUT ke-80 TNI di Monas, Singgung Soal Kecerdasan Buatan hingga Regenerasi Kepemimpinan

"Para wisudawan sudah melewati masa inkubasi pelatihan selama dua bulan penuh," ujae Winarto, pendiri Kopling. "Mereka yang diwisuda ini sudah menerbitkan minimal satu buku sebagai syarat lulus," imbuhnya.

Pihak Kopling, lanjutnya, berharap para wisudawan terus menerbitkan buku. "Wisuda ini sebagai awal untuk terus menulis," pintanya.

Saat memaparkan materi, Mukani lebih memaparkan seluk beluk perbukuan di lndonesia. "Penulis sejati tidak sekedar mengeluh, tapi terus berkarya meski dukungan fasilitas minim dirasa," ujarnya.

Baca Juga: Masih Bebas? Hacker Bjorka Respons Kabar Penangkapannya, Bocorkan 341 Ribu Data Pribadi Anggota Polri Lengkap dengan Pangkat

Penulis buku profesional bersertifikat dari BSNP Rl ini memotivasi tidak malu dalam berkarya. "Menurut kita mungkin karya kita masih jelek, tapi bisa jadi menarik menurut orang lain," ujarnya.

Dosen STIT-UW Jombang ini memberikan tips agar naskah bisa diterbitkan. "Mintalah kata pengantar dari profesor, atau minimal emdorsement," pesannya.

Bagi penulis pemula, pria berkopyah ini mendorong menerbitkan ontologi. "Biar lebih enteng, baik yang isinya fiksi maupun non-fiksi," ujar penulis 35 judul buku ini.

Baca Juga: Proses Evakuasi Korban di Ponpes Al Khoziny Masih Berlanjut, Tim SAR Ungkap Sejumlah Kendala, Penggunaan Alat Berat Sempat Dihentikan?

Ditemui usai acara, ketua Kopling Heru Awurwabumi menjelaskan Festival Literasi Anjuk Ladang 2025 bisa digelar karena dukungan penuh Kemendikbud Rl. "Dalam hal ini Badan Bahasa," ujarnya.

Pembukaan sudah dilakukan akhir September 2025 kemarin. "Dihadiri langsung oleh Kepala Balai Bahasa Jawa Timur," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X