Kamis, 4 Juni 2026

PT BIN Cigar Tembus Pasar Internasional, Cerutu Asal Jember Siap Sasar Amerika Serikat

Photo Author
- Jumat, 3 Oktober 2025 | 20:36 WIB
Pembuatan cerutu di PT BIN Cigar Jember (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Pembuatan cerutu di PT BIN Cigar Jember (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember terus mempromosikan potensi daerahnya, salah satunya produksi cerutu.

Hal ini didasari karena Kabupaten Jember memiliki kualitas lahan pertanian yang baik, sehingga mampu menghasilkan kualitas tembakau yang tinggi.

PT Boss Image Nusantara (BIN Cigar) salah satu perusahaan cerutu terbesar di Jember, yang mampu memproduksi berbagai jenis varian cerutu dan telah menembus pasar Internasional.

Baca Juga: Salurkan Honor Ngaji secara Terhormat, Guru Ngaji Asal Balung Kidul Apresiasi Pemkab Jember

"Perusahaan kami sudah berdiri sejak tahun 2013 lalu, hingga kini kami terus tumbuh dan mendorong agar cerutu premium bisa dinikmati oleh seluruh orang," ujar Komisaris PT BIN Cigar Febrian Ananta Kahar, saat dikonfirmasi di pabriknya, Jumat 3 Oktober 2025.

Dengan visi misi yang jelas sejak didirikannya perusahaan cerutu ini, ia mengatakan jika telah mampu membudidayakan varietas tembakau asal Kuba.

"Varietas ini sangat cocok ditanam di Jember, karena memiliki sumber air dan kontur lahan yang sangat baik," imbuhnya.

Baca Juga: Respons Keluhan Wali Murid, Pemkab Jember Siapkan Angkutan Sekolah Gratis

Febrian mengungkapkan, hasil produksi tembakau yang digunakan untuk pembuatan cerutu ini memang melewati berbagai macam uji kualitas yang ketat.

"Hal ini membuat produksi cerutu kita mampu mendapatkan International Organization for Standardization (ISO) yang merupakan standart untuk masuk ke pasar global," ungkapnya.

"Sebelum cerutu, kami juga telah memasok lebih dari 35 tahun bahan baku tembakau untuk pembuatan cerutu," paparnya.

Baca Juga: Buka Kelas Digital di SDN 2 Banjarsengon, Dispendik Jember Sebut Role Model Inivasi Pembelajaran

Selama 13 tahun berdiri, Febrian menyampaikan tetap menjaga kualitas cerutu agar mampu bersaing di pasar global.

"Jadi memang hasil produksi setelah melewati berbagai proses, tidak langsung untuk dipasarkan. Melainkan harus kami diamkan selama kurang lebih 6 bulan hingga 1 tahun," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X