Minggu, 19 Juli 2026

Buka Kelas Digital di SDN 2 Banjarsengon, Dispendik Jember Sebut Role Model Inivasi Pembelajaran

Photo Author
Angga Juli Setiawan, Sketsa Nusantara
- Kamis, 2 Oktober 2025 | 18:06 WIB
Pembelajaran berbasis digital. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)
Pembelajaran berbasis digital. (Angga Juli Setiawan/SketsaNusantara.id)

SketsaNusantara.id - Perkembangan digital terus dimanfaatkan, salah satunya SD Negeri 2 Banjarsengon Jember yang memaksimalkan teknologi digital sebagai penunjang pembelajaran.

Sejak satu tahun terakhir inovasi pendidikan melalui kelas digital diperkenalkan, kepada siswa di SD Negeri 2 Banjarsengon.

Kelas digital yang dirancang saat ini hanya diperuntukan kepada murid kelas 5 dan 6, sementara untuk kelas 1 hingga 4 masih dilakukan pendidikan karakter digitalisasi.

Baca Juga: Hore, Bus Sekolah Gratis Kini Hadir di Ambulu, Jember! Ini Rute hingga Daftar 5 Sekolah yang Dilewati

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Banjarsengon Guntur Bayu Wibisono mengatakan, ide kelas digital bermula dari banyaknya chromebook yang tersimpan rapi di gudang sekolah.

“Ada 15 chromebook kan sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan, makanya kami manfaatkan untuk digunakan kegiatan pembelajaran,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis, 2 Oktober 2025.

Untuk memaksimalkan konsep pembelajaran berbasis digital, Guntur mengungkapkan juga memanfaatkan 10 komputer yang jarang digunakan.

Baca Juga: Meresahkan! Warga Jember Temukan Tumpukan Sampah Limbah Frozen Food Usai Cium Bau Busuk, Diduga Dibuang Sembarangan

“Jadi kami gunakan semua, dan ternyata setelah kita coba anak-anak sangat antusias. Termasuk bagi para orang tua wali murid,” imbuhnya.

“Bahkan ada wali murid yang ikut memberikan laptop untuk anaknya, sehingga mampu mengikuti kelas digital tersebut,” sambungnya.

Guntur menyampaikan, jika ada yang tidak kebagian komputer atau chromebook, ada juga yang menggunakan smartphone.

Baca Juga: Cuaca Ektrem dan Tak Menentu, Kepala BPBD Jember Imbau Warga Tetap Waspada: Apalagi Potensi Terjadinya Gempa

“Memang ada yang menggunakan smartphone, sehingga anak sejak dini selain bisa mengakses internet tetapi mampu menggunakannya dengan bijak,” jelasnya.

Meskipun begitu, kurikulum pembelajaran masih tetap mengikuti arahan dari pemerintah namun ada pengembangan yang lebih mendetail dari satu bahasan.

Halaman:

Editor: Angga Juli Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X