SketsaNusantara.id - Bjorka kembali menjadi sorotan publik. Hacker anonim yang dikenal karena aksi peretasannya yang menggemparkan di media sosial dikabarkan telah ditangkap polisi.
Direktorat Siber (Ditsiber) Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers pada hari Kamis, 2 Oktober 2025 dan mengungkap identitas pemilik akun X Bjorkanesiaa.
Polisi membongkar identitas pelaku berinisial WFT (22 tahun) yang mengklaim telah berhasil meretas 4,9 juta data nasabah bank.
"Yang bersangkutan menggunakan akun X mengatasnamakan @bjorkanesiaa dan memposting serta mengirimkan pesan ke akun resmi bank swasta dengan mengklaim telah meretas 4,9 juta akun database nasabah," kata AKBP Reonald Simanjuntak, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya dikutip SketsaNusantara.id dari video pers conference yang akun Instagram @lambe_turah.
Kabar ini menyita perhatian publik dan ramai jadi perbincangan hingga Bjorka jadi trending topic di X (dulu Twitter). Namun, salah satu warganet menyoroti adanya akun lain yang mengaku sebagai Bjorka asli dan meragukan sosok hacker yang ditangkap polisi.
"Bjorka udah ketangkep? lah ini baru bikin stori instagram," tulis akun X @bilehlora yang diunggah pada hari Kamis, 2 Oktober 2025.
Baca Juga: Polda Metro Jaya Bongkar Identitas Bjorka Palsu, Dalang Peretasan Data Nasabah yang Hebohkan Publik
Dalam unggahannya, akun tersebut mengunggah tangkapan layar postingan stories dari Instagram @bjorkanism yang mengaku dirinya masih bebas.
Pemilik akun Instagram Bjorkaism menyebut Bjorka yang ditahan di Polda Metro Jaya adalah hacker lain yang mengaku sebagai dirinya dan mulai beraksi sejak tahun 2022 lalu.
"You thik it's me? everyone uses my name but you don't realize, i'm still FREE. (Kamu pikir itu aku? Semua orang menggunakan namaku, tapi kamu tidak sadar aku masih bebas)," tulis akun Instagram @bjorkaism.
"Seseorang yang muncul di tahun 2022, orang itulah yang mengaku-ngaku sebagai Bjorka (yang sekarang ditahan polisi)," imbuhnya.
Postingan tersebut mencuri perhatian publik. Sejumlah warganet menduga Bjorka ada lebih dari satu orang dan sebagian diantaranya melakukan hacking atau peretasan dengan tujuan untuk mencari keuntungan pribadi.
Artikel Terkait
Hacker Kembali Beraksi Serang Pusat Data Nasional, Minta Tebusan 131 Miliar! Ada Indikasi Diblokirnya Situs Taruhan Online?
Kacau! Hacker Retas Hingga 282 Data Kementrian dan Lembaga, Namun Pemerintah Hanya Mampu Pulihkan 44 Layanan yang Memiliki Backup
Ikuti Fedi Nuril? Darius Sinathrya Beri Sindiran Menohok Usai PDN Kominfo Kebobolan Hacker: Mau Hapus Jejak...
Kasihan? Hacker Terduga Peretas Server PDNS Minta Maaf hingga Kasih ‘Kunci’ Data Gratis, Netizen: Selamat Kemkominfo!
4 Teori di Balik Aksi Hacker ‘Ngalah’ hingga Kembalikan Data PDNS Gratis, Netizen: Hadiah HUT Bhayangkara