Lebih lanjut, Ferry menilai bahwa keputusan menghentikan program MBG secara tiba-tiba bukan hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga politik.
“Cuma kalau dihentikan seketika gitu aja, ya efeknya bisa negatif, ekonomi dan politik itu berkaitan,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa program MBG seharusnya tidak dilihat hanya dari sisi teknis atau kasus keracunan yang muncul, melainkan juga dari pengaruh luas terhadap stabilitas negara.
Ferry menutup penjelasannya dengan menekankan kembali bahwa program MBG tidak boleh langsung diberhentikan, melainkan harus dibenahi secara menyeluruh.
Ia menyebutkan pentingnya case by case analysis agar evaluasi lebih tepat sasaran.
“Tentu case yang ada juga gak boleh diwajarkan, tapi dibenahi,” pungkasnya.
Dengan begitu, pemerintah bisa tetap menjalankan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memastikan distribusi dan kualitas makanan benar-benar terjamin.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Hasan Nasbi Akui Jadi Penjilat Prabowo Subianto Saat Fedi Nuril Singgung Hal ini: yang Saya Jilat Menang dan Berkuasa!
Ditolak Mentah-mentah Permintaan Damai, Lisa Mariana Ancam Bongkar Daftar Wanita Simpanan Ridwan Kamil yang Ikut Terima Aliran Dana
Tak Alami Obesitas, Natalie Holscher Ungkap Alasannya Lakukan Operasi Potong Lambung
Mencekam! Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk Saat Sholat, Jeritan Terdengar dari Ratusan Santri yang Terjebak Reruntuhan
Tok! MK Batalkan UU Tapera, Iuran Wajib Dihapus, Skema Tabungan Perumahan Rakyat Diubah Jadi Sukarela
Viral! Siswi SMP di Jember Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Kamar Kost, Diduga Jadi Korban Pengeroyokan
Angin Kencang Terjang Jember, Pohon Tumbang Timpa Mobil Hingga Ringsek