SketsaNusantara.id – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 27 September 2025 diwarnai kericuhan.
Sejumlah kader terlibat adu jotos dan bahkan terekam aksi lempar kursi di arena acara, sesaat setelah PLT (pelaksana tugas) Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyampaikan sambutan.
Kericuhan bermula saat Mardiono sampaikan sambutan, amun ada sejumlah kader dari barisan belakang yang berteriak meminta perubahan hingga berakhir saling adu mulut, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Ajang muktamar PPP itu sendiri merupakan ajang konsolidasi dan transformasi menuju Pemilu 2029 mendatang.
Kericuhan ini disebut merupakan puncak dari ketegangan internal yang telah terjadi sejak awal Muktamar dibuka, menyusul kegagalan PPP melenggang ke parlemen pada Pemilu 2024.
Insiden ini dipicu oleh Arena muktamar yang terbelah menjadi dua kubu yang saling bersahutan yakni kubu 'perubahan' melawan kubu 'lanjutkan'.
Sejumlah kader meneriakkan kata "perubahan!" yang diyakini sebagai bentuk desakan agar terjadi pergantian kepemimpinan total pasca-kegagalan Pemilu 2024.
Sedangkan kubu "lanjutkan" merupakan Kelompok kader lain sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Mardiono yang saat ini sebagai PLT.
Ketegangan antar kedua kubu ini tak terhindarkan, upaya pembawa acara untuk meredam suasana dengan mengajak peserta bersalawat sempat membuat kericuhan mereda sesaat.
Namun, suasana kembali memanas setelah sesi pembukaan selesai dan Mardiono keluar dari ruangan untuk menemui awak media.
Sekelompok kader dari kubu "perubahan" kembali meluapkan emosi, yang kemudian dibalas oleh pendukung kubu "lanjutkan".
Artikel Terkait
Dr. Lita Gading Soroti Puan Maharani, Singgung Isu Pesta Miras dan Kritik Kepemimpinan DPR
Hangatnya Diplomasi di Huis ten Bosch, Prabowo Subianto dan Raja Willem Alexander Sepakat Perluas Kerja Sama
6 Fakta Mengejutkan yang Mengungkap Sisi Lain Film G30S PKI, Legenda Sinema yang Sarat Kontroversi
Emak-Emak Yogyakarta Turun ke Jalan Tuntut Program MBG Dihentikan, Buntut Lonjakan Keracunan Massal
Menlu Sugiono Tegaskan Indonesia Tak Akan Lepas Dukungan Finansial bagi Palestina Lewat UNRWA Meski Dana Tak Sebesar Negara Lain
Isu Dapur Fiktif di Balik Anggaran MBG Rp99 Triliun, Menkeu Purbaya Tegaskan Evaluasi
16 Siswa di Jember Dilarikan ke Puskesmas, Dugaan Keracunan Makanan MBG