Kamis, 4 Juni 2026

Muktamar PPP di Jakarta Ricuh, Kader Terbagi 2 Kubu dan Saling Adu Jotos hingga Lempar Kursi

Photo Author
Endang Hartatik, Sketsa Nusantara
- Minggu, 28 September 2025 | 07:30 WIB
Muhammad Mardiono berikan sambutan di muktamar PPP ke X sebelum kericuhan  (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )
Muhammad Mardiono berikan sambutan di muktamar PPP ke X sebelum kericuhan (Tangkapan layar YouTube KOMPASTV )

SketsaNusantara.id – Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Ancol, Jakarta Utara, pada hari Sabtu, 27 September 2025 diwarnai kericuhan.

Sejumlah kader terlibat adu jotos dan bahkan terekam aksi lempar kursi di arena acara, sesaat setelah PLT (pelaksana tugas) Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono menyampaikan sambutan.

Kericuhan bermula saat Mardiono sampaikan sambutan, amun ada sejumlah kader dari barisan belakang yang berteriak meminta perubahan hingga berakhir saling adu mulut, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.

Baca Juga: Namanya Disebut Masuk Bursa Calon Ketua Umum PPP, Jokowi Justru Pilih Bertahan di PSI: Yang Jauh Lebih Baik Banyak

Ajang muktamar PPP itu sendiri merupakan ajang konsolidasi dan transformasi menuju Pemilu 2029 mendatang.

Kericuhan ini disebut merupakan puncak dari ketegangan internal yang telah terjadi sejak awal Muktamar dibuka, menyusul kegagalan PPP melenggang ke parlemen pada Pemilu 2024.

Insiden ini dipicu oleh Arena muktamar yang terbelah menjadi dua kubu yang saling bersahutan yakni kubu 'perubahan' melawan kubu 'lanjutkan'.

Baca Juga: Siapakah Djan Faridz? Intip Profil Politikus PPP yang Ikut Digeledah KPK Terkait Pencarian Harun Masiku, Pernah Jabat Posisi Penting di Era Jokowi

Sejumlah kader meneriakkan kata "perubahan!" yang diyakini sebagai bentuk desakan agar terjadi pergantian kepemimpinan total pasca-kegagalan Pemilu 2024.

Sedangkan kubu "lanjutkan" merupakan Kelompok kader lain sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan Mardiono yang saat ini sebagai PLT.

Ketegangan antar kedua kubu ini tak terhindarkan, upaya pembawa acara untuk meredam suasana dengan mengajak peserta bersalawat sempat membuat kericuhan mereda sesaat.

Baca Juga: Ternyata Kader Gerindra, Arlan Akui Dapat Banyak Teguran Dari Partai, Buntut Kasus Pencopotan Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Secara Sepihak

Namun, suasana kembali memanas setelah sesi pembukaan selesai dan Mardiono keluar dari ruangan untuk menemui awak media.

Sekelompok kader dari kubu "perubahan" kembali meluapkan emosi, yang kemudian dibalas oleh pendukung kubu "lanjutkan".

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: YouTube KOMPASTV

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X