Netanyahu di hadapan aula yang sebagian besar kursinya kosong, juga menawarkan kerja sama di bidang teknologi kepada negara-negara yang membuka hubungan dengan Israel.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bisa membawa kemajuan di bidang kedokteran, sains, pertanian, pengelolaan air, pertahanan, hingga kecerdasan buatan. Tawaran ini menjadi bagian dari strategi diplomasi Israel di tengah kritik global atas serangan di Gaza.
Sementara itu, posisi Indonesia yang disampaikan Prabowo menegaskan pentingnya pengakuan Palestina sebagai negara merdeka dengan jaminan keamanan untuk Israel. Ia menyampaikan, jika syarat tersebut dipenuhi, maka Indonesia siap mengakui Israel dan mendukung jaminan keamanannya.
Pidato yang saling bersinggungan di panggung PBB itu menambah ketegangan diplomasi internasional.
Walk out delegasi, aula yang kosong, hingga demo besar di New York memperlihatkan kerasnya reaksi dunia atas konflik yang tak kunjung selesai. Hingga kini, jalan menuju solusi dua negara masih belum menunjukkan kepastian di tengah tarik ulur kepentingan global.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Gagal Capai Tujuan, Zaskia Adya Mecca dan Rombongan Aktivis Aksi Global March to Gaza Putuskan Kembali Pulang ke Indonesia, Ini Alasannya
Pengalaman Wanda Hamidah Ikut Global March to Gaza, Semangat Bela Palestina hingga Rasa Mencekam di Mesir
7 Poin Klarifikasi Felix Siauw: LGBT dan Iran Lebih Berani Bela Gaza, Sementara yang Sunni Sibuk Ribut di Medsos?
Innalillahi, Pahlawan Kesehatan Gaza dr Marwan al-Sultan Tewas Terkena Serangan Udara Israel
Serangan di Gaza Renggut Nyawa Direktur Indonesia Hospital, Keluarga Tewas di Apartemen