Kamis, 4 Juni 2026

Viral Kepala SMPN 1 Prabumulih Dicopot dari Jabatannya Imbas Tegur Anak Pejabat Bawa Mobil ke Sekolah, Ternyata Cuma Hoaks? Begini Faktanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Rabu, 17 September 2025 | 08:00 WIB
Potret Kepala SMPN 1 Prabumulih Sumatera Selatan yang dikabarkan dicopot dari jabatannya dan dimutasi imbas tegur anak pejabat bawa mobil ke sekolah  (Instagram/smpn1prabumulih)
Potret Kepala SMPN 1 Prabumulih Sumatera Selatan yang dikabarkan dicopot dari jabatannya dan dimutasi imbas tegur anak pejabat bawa mobil ke sekolah (Instagram/smpn1prabumulih)

SketsaNusantara.id - Dunia pendidikan Indonesia kembali ramai jadi sorotan publik usai kabar pencopotan salah satu kepala sekolah di Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel) viral di media sosial.

Belakangan ini beredar kabar bahwa Roni Ardiansyah, Kepala SMPN 1 Prabumulih dicopot dari jabatannya dan dipindahkan ke sekolah lain pada hari Senin, 15 September 2025.

Isu yang beredar menyebut pemindahan Roni terjadi setelah ia menegur anak Wali Kota Prabumulih yang membawa mobil ke sekolah. Bahkan, satpam atau penjaga sekolah juga dikabarkan ikut diberhentikan karena terlibat dalam persoalan tersebut.

Baca Juga: Tajir Melintir! Siapa Calon Walkot Prabumulih? Terkuak Profil Sosok H Arlan, Gandeng 4 Istri Saat Kampanye

Dalam video yang beredar di media sosial, suasana haru menyelimuti perpisahan hari terakhir Roni dengan siswa-siswi SMPN 1 Prabumulih sebelum dipindahkan ke sekolah lain.  "The Best leader ever (pemimpin terbaik yang pernah ada), sukses terus Bapak di tempat yang baru," tulis akun akun Instagram @smpn1prabumulih.

Tampak siswa-siswi dan para guru SMPN 1 Prabumulih menangis saat bersalaman melepas kepergian Roni yang dikenal sebagai kepala sekolah dan pengajar berprestasi. Sosoknya menjadi teladan dan dinilai kepala sekolah terbaik yang dihormati anak-anak didiknya.

"Intinya saya sudah sertijab (serah terima jabatan) dan ikhlas karena kebijakan yang saya buat. Saya menghormati keputusan pimpinan," tutur Roni dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @lamputerang.official.

Kabar ini beredar luas dan mendapat sorotan tajam warganet, termasuk publik figur Tanah Air. Publik menilai teguran yang dilakukan Roni sudah tepat untuk menjaga ketertiban di sekolah, namun pada akhirnya ia menjadi korban ketidakadilan.

Tak sedikit netizen yang mengecam tindakan ini yang dianggap sebagai penyalahgunaan kekuasaan. Warganet mempertanyakan mengapa kepala sekolah sampai dicopot dari jabatannya dan dimutasi hanya karena menegur anak pejabat.

Baca Juga: Hoaks! Heboh Beredar Video Sri Mulyani Sebut 'Guru Adalah Beban Negara', Ternyata Hasil Rekayasa Deepfake AI? Begini Faktanya

"Miris, pejabat sekarang udah kaya raja, berkuasa kaya negara punya dia sendiri. Percayalah, kejadian kaya gini gak cuma di Prabumulih. Tapi syukurlah, masyarakat udah kompak ngelawan feodalisme," komentar akun @akhillaa.

"Bapak paling hebat, keluarga kamu paling kaya, paling bisa ngatur orang lain. Mungkin dianggap orang bakal lupa masalah ini ya? Jadi cuek bae, anggep angin lalu, kalo kondisi makin parah paling ntar minta maaf, negeri ini bapak yang punya?" komentar pedas dari komedian Gilang Dirga melalui akun Instagram @gilangdirga.

"Emang anak SMP udah boleh bawa mobil? Kocak, anak pejabat bisa seenaknya, harusnya Walikota yang diturunin bukan Kepseknya. Liat video perpisahan dengan murid sampe nangis-nangis, terbukti beliau guru yang baik," komentar akun @imastatie_falisha.

Menanggapi kritikan publik, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Prabumulih angkat bicara. Pihaknya membantah rumor yang beredar dan menjelaskan bahwa Roni dimutasi ke sekolah lain bukan karena menegur anak Walikota.

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Instagram @lamputerangofficial

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X