"Banyak laporan dari para guru, anak-anak bermain penghapus gasing pada saat jam pelajaran dan bahkan lalai dalam mengerjakan tugas atau PR di rumah. Jadi, mohon kepada orang tua untuk tidak membiarkan anaknya membuat mainan seperti ini," imbuhnya.
"Rentan sekali bahayanya karena saat penghapus gasing ini diputar terlalu cepat, paku atau klip penjepit dari staples ini bisa terlepas dan terkena kaki anak, dikhawatirkan terpental kena mata," pungkas guru tersebut.
Meski begitu, tren ini memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian pihak setuju dan menilai permainan penghapus gasing tergolong boros dan berbahaya bagi keselamatan anak-anak.
Anak-anak rela menghabiskan uang jajan dan sering kali harus membeli banyak penghapus hanya untuk membuat rakitan gasing yang bagus. Selain itu, para guru juga menyoroti risiko keselamatan anak yang dianggap terlalu besar jika permainan ini dibiarkan tanpa pengawasan.
Di sisi lain, tidak sedikit pula yang menilai fenomena ini sebagai hal positif. Permainan gasing dari penghapus mendorong anak untuk berkreasi, berinteraksi dengan teman sebaya, dan melatih ketangkasan tangan mereka.
Sejumlah warganet juga beranggapan bahwa permainan ini masih lebih baik dibandingkan anak-anak yang terus-menerus bermain game online dan bisa mengurangi kecanduan terhadap ponsel.
"Jujur, gue lebih seneng liat anak-anak kreatif maen ginian daripada pegang gadget, ada positifnya juga bisa ngelarisin toko penjual penghapus," komentar salah satu warganet.
"Jenis permainannya sih gak bahaya dan kreatif malah bisa bikin anak-anak akrab sama temen-temennya, hanya saja perlu diingatkan karena pakai paku payung dan isian Staples makanya permainan itu dilarang, dan harus diawasi," komentar netizen lainnya.
"Ada plus minusnya sih.. Anak kecil hanya menikmati masa kanak-kanaknya dan guru hanya menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang mengawasi anak muridnya, jadi gak ada yang salah, bahaya juga kalo penghapus dimainkan di halaman, paku payunya copot kena ban motor juga bikin boncos," timpal warganet lainnya.
Pada akhirnya, fenomena penghapus gasing menjadi cermin bagaimana kreativitas anak-anak bisa tumbuh dari benda sederhana di sekitar mereka.
Namun, kreativitas ini tetap harus diimbangi dengan pengawasan agar tidak menimbulkan resiko dan bahaya berkelanjutan.
Guru dan orang tua diharapkan bisa memberikan arahan yang bijak, sehingga anak-anak tetap bisa menyalurkan kreativitas dengan cara yang aman dan tidak menimbulkan resiko yang berbahaya bagi orang lain di lingkungan sekitarnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
7 Ide Super Kreatif Permainan Lomba 17 Agustus 2024 HUT ke-79 RI, Kegiatan Agustusan Makin Meriah dan Bermakna
Viral, Bocah SD Pamer Isi Garasi Punya 5 Mobil Mewah Ada Alphard hingga Mercedes Benz G Wagon, Diduga Anak Petinggi BUMN
Cita-Cita Jadi Peternak Sapi, Bocah SD di Singosari Malang Ini Dapat Kejutan Langsung dari Gubernur Khofifah Indar Parawansa
Viral di TikTok! Guru SD di Malaysia Kesal Murid Menulis Tugas dengan Bahasa Indonesia, Netizen: Susanti Pulang, Misimu Berhasil
Hidupkan Berpikir Kritis, SMKN 1 Klabang Bondowoso Suguhkan Persoalan Permainan Ilegal saat MPLS