“Terima kasih untuk semua kritik, perhatian, dan ruang belajar yang terbuka. Saya mohon maaf untuk yang terjadi. Saya percaya dialog yang sehat akan membawa kita ke arah yang lebih baik,” tulis Zita Anjani di kolom caption Instagram.
Ia pun menambahkan apresiasinya kepada masyarakat yang terus menyampaikan kritik.
“Sekali lagi terima kasih untuk teman-teman yang terus menyampaikan kritik dan rasa sayangnya pada saya,” lanjutnya.
Meski sudah menyampaikan klarifikasi, tak sedikit netizen yang tetap melontarkan kritik pedas.
Salah satu komentar datang dari akun @abi.arifani yang mempertanyakan etika Zita sebagai pejabat publik.
“Fungsi lo sebagai utusan khusus sebenernya apa?? Rakyat normal aja paham etika bersosmed saat kondisi ‘tertentu’, kamu yang menikmati duit rakyat ga bisa melakukan itu?? Mungkin kamu butuh sekolah etika. Urusan sosmed aja kamu bisa jadwalin, tapi acara yang sudah dijadwalin berbulan2 kamu batalin? Pencitraan di sosmed sepenting itu?” tulis akun @abi.arifani.
Baca Juga: Zita Anjani Sebut Kaesang Cocok Maju Pilgub Jakarta, Tinggal Tunggu Waktu, Mau Duet?
“Momen berbenah diri, be yourself. Deket sama komunitas pariwisata, hindari konten jalan2 yang pasti ada unsur dibiayai negara. Terakhir jangan pakai jasa buzzer mbak, kebaca dan jadi lucu. Mending konten sedikit tapi asli. All the best,” komentar dari akun @pancasarungu. Ia menyarankan Zita untuk lebih dekat dengan komunitas pariwisata secara langsung.
Meski dihujani kritik, Zita menegaskan dirinya tidak ingin menutup ruang kritik.
Ia justru menyampaikan komitmen untuk terus membuka ruang pertemuan, terutama dalam menjalankan program Unlock Indonesia yang ia usung sebagai bentuk kontribusi di sektor pariwisata.
“Saya tidak ingin menutup ruang kritik. Sebaliknya, saya ingin terus membuka ruang pertemuan karena seperti nama program kami, Unlock Indonesia, saya percaya selalu ada ruang terbuka untuk memperbaiki, membangun, dan berjalan bersama,” ujarnya dalam unggahan tersebut.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Tom Lembong Sebut Tuntutan 17 Plus 8 Jadi Awal Perubahan Sistem Pemerintahan Indonesia, Seperti Dongeng Papan Catur yang Berlipat Ganda
Jokowi Ungkap Fakta Ijazah SMA Gibran di Singapura, Singgung Pihak di Balik Isu Panjang dan Proses Hukum yang Sedang Berjalan
Heboh, Presiden Prabowo Subianto Dikabarkan Kirim Surat ke DPR Soal Kapolri Listyo Sigit, Netizen: Akan Ganti Juga Nih
Istana dan DPR Bantah Kabar Surat Presiden Soal Pergantian Kapolri, Mensesneg Prasetyo Hadi: Jadi Belum Ada...
Diakui Setara dengan Tingkat Nasional, Pembukaan MTQ Jatim di Jember Tuai Pujian