Selama 11 tahun, Litao menghilang dari peredaran, namun ia secara mengejutkan muncul kembali sebagai calon legislatif dari Partai Hanura pada tahun 2024.
Bahkan, balihonya terpampang jelas di jalan poros, hanya berjarak 2 kilometer dari rumah keluarga korban.
Banyak pihak mempertanyakan bagaimana seorang buronan bisa lolos verifikasi dan dilantik menjadi anggota DPRD sebab salah satu persyaratan utama untuk mendaftar sebagai caleg adalah Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang bersih.
Hal ini memunculkan dugaan adanya kelalaian dari pihak kepolisian yang mengeluarkan SKCK untuk Litao, atas kejanggalan ini, pihak keluarga korban terus mendesak agar kasus ini diusut kembali.
Setelah kasus ini viral dan mendapat sorotan publik, Polda Sulawesi Tenggara Kombes Iis Kristian langsung mengambil tindakan dan Litao akan segera di proses hukum.
Mereka menetapkan kembali Litao sebagai tersangka dan akan segera melakukan pemeriksaan.
Pihak kepolisian juga tidak tinggal diam dan menjatuhi sanksi demosi (penurunan jabatan) kepada oknum polisi yang lalai menerbitkan SKCK untuk Litao.
Sementara itu, pihak DPD Partai Hanura Sultra mengaku tidak tahu menahu mengenai status buronan Litao.
Mereka berdalih berkas pencalonan Litao lengkap, termasuk SKCK yang bersih, sehingga dianggap layak untuk maju.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
64 Anak di Bawah Umur Terjerat Hukum Usai Demo Ricuh di Jatim, Emil Dardak Pastikan Pemilahan Aparat Penegak Hukum
Sederet Kontroversi Yudo Sadewa, Anak Menteri Keuangan Dilarang Pakai Medsos Usai Panen Hujatan Imbas Sindir Sri Mulyani hingga Ledek Orang Miskin
Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Jelang MTQ XXXI Digelar, Mulai Terapkan Jalan Satu Arah hingga Manajemen Parkir
Terjunkan Ratusan Personel, Dishub Jember Imbau Masyarakat Pilih Rute Lain untuk Hindari Kemacetan saat MTQ XXXI Digelar
PLN Dorong Kemandirian Warga Binaan Lapas Nusakambangan Lewat Program FABA, Olah Limbah Jadi Produk Ekonomi
Tanggapan Mahfud MD Soal Kontroversi Ferry Irwandi VS Dansat Siber TNI, Mantan Menko Polhukam: Itu Masih Sebatas...